Share

Ubah Limbah Jadi Manfaat, Sanka Jadi Juara

Margaret Puspitarini, Okezone · Rabu 02 Januari 2013 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 02 373 740463 BbyAfTTkeO.jpg Foto : Immanuel Sanka/UGM

JAKARTA - Saat ini para pebisnis diajak untuk tidak sekadar melakukan usaha tapi juga turut serta dalam usaha menanggulangi pemanasan global. Konsep bisnis seperti ini biasa dinamakan oleh Greenpreneurship.  

Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Immanuel Sanka pun mengembangkan sebuah rencana bisnis yang berjudul OnHCal (Organic and High Calcium). Tidak disangka, rencana bisnis Sanka ke luar sebagai juara pertama dalam Greenpreneurship Business Plan Challenge University of Indonesia (UI) Green Festival.

 

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sanka menjelaskan, rencana bisnis berbasis lingkungan yang diangkat pada kompetisi ini terinspirasi dari Kelompok Studi Kelautan yang mengkaji tentang crustacea. "Idenya adalah mengurangi limbah kulit atau eksoskleton crustacea menjadi bahan penambah kalsium," papar Sanka, seperti dilansir situs UGM, Rabu (2/1/2013).

 

Ketika di babak final, Sanka bersama dua finalis lainnya harus melakukan presentasi atas rencana bisnis mereka di hadapan dewan juri dengan durasi 15 menit. Selain presentasi dilakukan pula diskusi dengan juri dan peserta lain yang hadir.

 

Saat itu, Sanka mengaku sempat pesimistis saat melihat produk yang dibawakan oleh tim lain. "Dengan optimistis dan berpikir positif akhirnya semakin menguatkan ide bisnis saya pada presentasi maupun diskusi," kata mahasiswa angkatan 2010 itu

 

Menurut Sanka, kompetisi rencana bisnis berbasis lingkungan ini diharapkan dapat memotivasi pengusaha muda atau calon pengusaha agar memiliki prinsip dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Tanggung jawab yang dimulai dari diri sendiri, kegiatan produksi hingga distribusi produk.

 

"Hal ini sejalan dengan tema kompetisi, yaitu environmental responsibility. Sehingga seluruh komponen bisnis memperhatikan tanggung jawab kepada lingkungannya," urai Sanka.

 

Pada kompetisi tersebut tim tuan rumah berhasil menempati posisi kedua dengan rencana bisnis yang bertajuk Mengolah CD Bekas Menjadi Lampu dan Jam Hias. Sementara itu, posisi ketiga dihuni tim asal IPB dengan rencana bisnis Boleaf.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini