Share

Prodi ITP UB Terakreditasi Internasional

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 04 Januari 2013 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 04 373 741475 nCGXssSm1M.jpg Ilustrasi : ist.

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Program studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB secara resmi terdaftar dan masuk ke website Institute of Food Technologists (IFT)-USA (Approved Undergraduate Programs - IFT.org).  

Ketua Jurusan THP Agustin Krisna Wardani mengungkap, masuknya program studi S-1 ITP ke situs IFT tidak terlepas dari prestasi akreditasi internasional yang telah diraih pada prodi ITP pada Oktober 2012. "Prodi S-1 ITP Jurusan THP FTP UB meraih akreditasi internasional Oktober lalu dan resmi masuk ke web IFT sejak Desember 2012," kata Agustin, seperti dikutip dari laman resmi UB, Prasetya Online, Jumat (4/1/2013).

 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurut Agustin, keberadaan salah satu prodi UB dalam situs pendidikan internasional mendatangkan keuntungan tersendiri. Salah satunya adalah nama UB akan semakin dikenal oleh universitas lain di dunia.

 

"Dengan dikenalnya UB oleh universitas di dunia, akan semakin memudahkan untuk melakukan kerjasama di bidang penelitian, pertukaran mahasiswa atau dosen. Keuntungan lain adalah mahasiswa ITP FTP UB bisa mengakses beasiswa yang ditawarkan oleh IFT," ujarnya.

 

Selain UB, lanjutnya, perguruan tinggi lain di Indonesia yang masuk ke dalam website IFT adalah Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia menjelaskan, layaknya akreditasi nasional yang diterima lewat Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), pengakuan akreditasi secara internasional tersebut juga memiliki waktu kadaluarsa.

 

"Akreditasi ini memang berlaku selama lima tahun. Namun setiap tahunnya Prodi ITP FTP harus memberikan laporan kepada IFT terkait kondisi fasilitas laboratorium dan kurikulum. Setelah lima tahun kami mengajukan kembali akreditasi ke IFT untuk mendapatkan persetujuan kembali," imbuh Agustin.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini