Minta Maaf, Daming Akui Pernyataannya Lepas Kontrol

Catur Nugroho Saputra, Okezone · Selasa 15 Januari 2013 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 15 339 746509 qiWm9su9Tv.jpg ilustrasi (foto: dok. okezone)

JAKARTA - Calon Hakim Agung, Daming Sanusi, akhirnya meminta maaf terkait ucapannya pemerkosaan pelaku dan korbannya sama-sama menikmati saat fit and proper test di Komisi III DPR. Daming mengatakan, ucapannya itu terlontar mengalir begitu saja tanpa bisa dikontrol.

"Kata-kata seperti ini keluar dari mulut saya tanpa kontrol. Kemudian saya sadari kata-kata ini tidak pantas diucapkan oleh siapapun termasuk dari calon hakim agung," kata Daming, kepada wartawan, di Kantor MA, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2013).

Daming pun meminta maaf kepada masyarakat, media dan KPAI, dan menyerahkan semuanya kepada Komisi Yudisial (KY) terkait pelanggaran kode etiknya. "Itu saya serahkan kepada KY. Saya siap menjalani proses pemeriksaan KY," tuturnya.

Selain itu, dia menucapkan terimna kasih kepada media karena telah mengingatkannya atas perkataannya yang salah. Terkait kasus pemekosaan sendiri, Daming menilai kasus sendiri merupakan perbuatan yang sangat keji. Sehingga pantas pelakunya dijatuhkan hukuman yang berat.

"Kasus pemerkosaan itu adalah perbuatan yang sangat keji, dan sepantasnya pelakunya dijatuhkan hukuman yang berat," jelasnya.

Sebelumnya, Daming sempat ditanya oleh salah seorang anggota Komisi III Andi Azhar terkait keberanian untuk memberikan hukuman mati terhadap pelaku pemerkosaan, jika nanti terpilih sebagai Hakim Agung.

Lantas Daming menuturkan, hukuman mati untuk pelaku pemerkosaan harus dikaji ulang secara mendalam, lantaran baik pelaku maupun korban sama-sama merasakan kenikmatan. Namun Daming sepakat untuk pemberian hukuman mati terkait kasus narkoba dan koruptor.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini