Korupsi, Mantan Kepala TVRI Aceh Dihukum 14 Bulan Bui

Salman Mardira, Okezone · Kamis 17 Januari 2013 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 17 340 747735 bCViWXgySK.jpg Ilustrasi

BANDA ACEH - Mantan Kepala Stasiun TVRI Aceh, Nelwan Yus dihukum 14 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan, karena terbukti melakukan korupsi pada proyek penyiaran yang merugikan negara Rp803 juta.

"Menghukum terdakwa 14 bulan kurungan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri/Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, Abu Hanifah yang didampingi hakim anggota Hamidi Djamil dan Zulfan Effendi dalam amar putusan, Kamis (17/1/2013).

Majelis menyatakan terdakwa telah melanggar pasal 3 Jo 18 ayat 1 huruf (a,b) ayat 2 dan 3 UU Nomor 31/1999 yang sudah diubah menjadi UU Nomor 20/2001 Tipikor Jo 55 ayat 1 ke 1e KUHPidana. Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 20 bulan penjara.

Selain Nilwan, dalam berkas terpisah Majelis juga menghukum tiga terdakwa lainnya masing-masing satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan. Ketiganya adalah Saiful Bahri, mantan Kepala Bidang Program TVRI Aceh, Epizar Saleh, Kabid Pemberitaan dan Afwan Ahmad, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam proyek tersebut.

Menurut Majelis Hakim, para terdakwa secara bersama-sama turut memperkaya diri sendiri pada kasus proyek penyiaran senilai Rp3,1 miliar yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2007.

Penyimpangan terjadi ketika sebagian program tidak ditayangkan pada 2007, tapi dilakukan pada 2008. Namun anggarannya sudah ditarik semua pada 2007. Hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menyebutkan, akibat perbuatan mereka, negara merugi Rp803 juta.

Meski kerugian negara itu sudah dikembalikan utuh oleh para terdakwa sebelum proses penyidikan berlangsung, majelis menyatakan mereka tetap bersalah. Namun ini menjadi salah satu unsur meringankan para terdakwa.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini