PDIP Tersinggung Ucapan Mangku Pastika

Rohmat, Okezone · Sabtu 19 Januari 2013 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 18 340 748518 4Y15HlJySY.jpg Made Mangku Pastika (Foto: Rohmat/Okezone)

DENPASAR - Pernyataan Made Mangku Pastika yang meminta PDI Perjuangan bergabung dalam koalisi dengan parpol besar lainnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali, selain tidak etis juga telah melukai hati kader-kader banteng.

Dalam sebuah wawancara usai bertemu dengan Taufiq Kiemas, Pastika sempat menyarankan PDI Perjuangan berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung dirinya dalam Pilgub Bali 2013.

“Kami sangat tersinggung dengan ucapan Mangku Pastika, itu sangat tidak etis, tidak sepatutnya Pastka dicalonkan PDIP pada Pilkada 2008,” kata Ketua DPD PDIP Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi dalam jumpa pers di kediamannya, Jumat (18/1/2013) malam. 

Jika, pernyataan itu sebagai respons atas keputusan PDIP yang kemungkinan tidak memberi rekomendasi kepadanya dalam Pilgub Bali 15 Mei 2013, Oka Ratmadi mestinya tidak berbicara yang bisa melukai hati kader partai.

"Kalau tidak dicalonkan, dia harus ada kerelaan, bukan lantas berbicara sebaikya PDIP berkoalisi dengan partai lain yang mengusungnya, ini sangat disayangkan" tegas tokoh sepuh PDIP yang disapa Cok Rat ini.

Hal sama ditegaskan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD, Nyoman Sudiantara. Sampai saat ini Pastika belum menyatakan mundur dari PDIP sehingga tidak sepatutnya berbicara seperti itu.

"Kalau PDIP mencalonkan kader lainnya, itu evaluasi partai yang mengedepankan pemihakan rakyat kecil, demi penyegaran dan menyempurnakan kekurangan calon yang ada, jadi harus menerima selaku kader," tegasnya.

Terkait rekomendasi cagub dan cawagub semata kewenangan DPP dan sampai saat ini tidak satupun yang tahu, siapa nantinya yang bakal direkomendasi. Meskipun begitu, selaku kader maupun masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana kepemimpinannya.

Diakuinya, banyak kekecewaan terhadap Pastika yang dinilai tidak disiplin pada garis partai dan tidak lagi memiliki pemihakan kepada rakyat kecil.

"Kami sangat prihatin dan pernyataan itu yang telah merendahkan partai," tegasnya didampingi para Ketua DPC se- Bali.

Sudiantara menyatakan, pertemuan Taufiq Kiemas dengan Pastika, juga wajar sebagai bentuk silaturahmi dan penjajagan politik. Hanya saja, materi pembicaraan yang bersifat pribadi lantas diungkapkan media massa, apalagi untuk menyudutkan partai hal itu sangat tidak etis dan tidak santun.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini