nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

De Fluit

Dede Suryana, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2013 11:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 01 23 504 750546 XbtnkV4PtB.jpg Ilustrasi kawasan elit Pluit (Foto: Istimewa)

PLUIT kini lebih dikenal sebagai salah satu kawasan elit di ibu kota. Bagaimana tidak, kawasan ini didominasi apartemen mewah, kompleks hunian megah, serta tempat-tempat rekreasi yang begitu mudah dijumpai di tempat ini.

Berada di utara Jakarta, tepatnya di wilayah administratif Kecamatan Penjaringan, nama Pluit begitu “melengking” gaungnya bagi masayarakat Jakarta. Namun begitu, tak banyak yang tahu asal usul nama Pluit.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pluit atau peluit berarti sempritan alias alat yang dapat menghasilkan bunyi apabila ditiup. Dalam Bahasa Belanda Fluit juga diartikan sebagai suling atau pluit yang kerap dibunyikan wasit dalam sebuah pertandingan. Pluit bisa juga berarti roti panjang yang sempit.

Lantas apakah kawasan Pluit memiliki hubungan dengan sempritan? Dalam catatan sejarawan Betawi, Alwi Shahab, nama Pluit mulai dikenal ketika pasukan Belanda menghadapi serangan Kesultanan Banten, tahun 1660.

Saat itu, pasukan Belanda menggunakan sebuah kapal rusak untuk menghambat pasukan Kesultanan Banten berbentuk lurus panjang (Fluitship). Kapal itu bernama Het Witte Paert yang ditambatkan di kali Muara Angke.

Sejak saat itu, kawasan tersebut dikenal dengan sebutan De Fluit dan seiring berjalannya lafalnya berubah menjadi Pluit. Kawasan ini juga kembali populer setelah banjir menggenangi kawasan elit ini beberapa hari lalu.

*Diolah dari berbagai sumber

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini