nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketum PBNU: Ulama Harus Bisa Berperan Untuk Masyarakat

Arief Setyadi , Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2013 05:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 02 01 339 754942 aKV7Q9HmZM.jpg Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Dihari jadi Nadhatul Ulama ke 87, Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj, mengatakan jika tugas ulama sebaiknya bukan hanya memahami ilmu agama. Tapi juga harus bisa berperan untuk kemaslahatan masyarakat.  

 

"Itu yang ingin dicapai NU selanjutnya di usianya yang menginjak 87 tahun. NU ingin mengekspor tasamuh, tawazun, dan tawasuth, prinsip dasar yang menjadikan ulama NU bisa menjalankan peran untuk kemaslatan masyarakat," katanya diacara hari jadi NU ke 87 di Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2013).

 

Menurut dia, prinsip-prinsip itu tidak hanya akan disebarkan di Indonesia tetapi juga ke manca negara khususnya ke kawasan Timur Tengah, didasarkan pada kondisi di sana yang menunjukan ketidakberimbangan peranan ulama antara ilmu yang dimiliki dengan peranannya kepada kemaslahatan orang banyak.

 

Akibatnya, ulama tidak bisa memberikan kontribusinya ke pemerintah setempat di mana ulama tersebut berdomisili terkait permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

 

"Ulama di sana (Timur Tengah) hebat-hebat, jauh dari yang ada di Indonesia. Tapi kalau ditanya bagaimana peranannya untuk kemaslahatan masyarakat, kita lebih baik. Itu yang ingin kita tularkan," tegas Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura', Mekah itu.

 

Terkait hal itu, NU juga tentunya semakin mengembangkan kiprahnya dengan membantu Pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Diantaranya dengan membangun 10 perguruan tinggi. Dari target yang dicanangkan, sudah tiga perguruan tinggi yang telah berdiri dan beroperasi di daerah Cirebon,Halmahera,dan Lampung.

 

Kendati dukungan diberikan kepada pemerintah, Namun, NU juga tak segan untuk memberikan kritik dan masukan bila kebijakan pemerintah tidak memihak kepada masyarakat.

 

"Pak Boediono (Wakil Presiden) pernah mengatakan Indonesia beruntung memiliki NU. Jadi selama ada NU, Insya Allah, Indonesia akan tetap aman," tuturnya.

 

Untuk diketahui, diacara tersebut juga dihadiri Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan beberapa tokoh lainnya seperti Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini