nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisnis Prostitusi Melibatkan ABG di Aceh Dibongkar

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2013 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 02 05 340 756919 vSwbau4Jbn.jpg Ilustrasi prostitusi

BANDA ACEH- Aparat Polres Bireun membongkar sebuah jaringan prostitusi yang melibatkan remaja berusia belasan tahun.

Enam orang tersangka terdiri dari lima perempuan yang diduga sebagai mucikari, penghubung dan penyedia tempat. Mereka berinisial Mas (36), Rau (21), D (18), Ri (18), dan Ar (30). Selain itu, seorang pria berinisial AU (62) sebagai pengguna jasa turut dibawa. Semua tersangka berasal dari Bireun.

"Kami masih melakukan pemeriksaan tentang kegiatan-kegiatan mereka. Sejauh ini baru enam yang kita tetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya pengguna," kata Kapolres Bireun AKBP Yuri Karsono saat dihubungi Okezone, Selasa (5/2/2013).

Jaringan ini dibongkar setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat kemudian dilakukan investigasi. Kegiatan prostitusi itu sendiri sudah berlangsung sejak beberapa bulan. Petugas yang menyamar sebagai pelanggan, berhasil menciduk tersangka sejak lima hari lalu di lokasi berbeda-beda.

"Tersangkanya rata-rata perempuan yang tidak punya pekerjaan tetap. Ada yang ibu rumah tangga. Kalau ditanya kenapa, pengakuan mereka ya karena faktor ekonomi," ujar Yuri.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka merekrut remaja putri yang duduk dibangku SMP dan SMA. Para korban yang berasal dari Kabupaten Bireun itu dipekerjakan sebagai pelayan nafsu pelanggan, dengan iming-iming uang dan kemudahan fasilitas lainnya.

Sang germo menawarkan jasa seks kepada pelanggan yang diistilahkan dengan mister bro, dengan memperlihatkan foto-foto korban. Tarif sekali kencan ditetapkan Rp200 ribu hingga 300 ribu. Mereka sering menggunakan warung kopi sebagai tempat transaksi atau melalui SMS.

Jika mencapai kesepakatan, korban dihubungi kemudian diantar oleh tersangka lain kepada pria hidung belang. Lokasi yang sering dijadikan tempat 'eksekusi' adalah hotel dan sebuah rumah milik seorang tersangka di Pulo Kiton, Kota Bireun. Khusus di rumah itu, sang penyedia kamar mendapat Rp100 ribu untuk sekali pakai.

Yuri mengungkapkan, para pria hidung belang yang memakai jasa korban terdiri dari berbagai kalangan, baik yang berasal dari Bireun maupun luar Bireun.

Bireun merupakan salah satu kota yang berkembang pesat di Aceh. Letaknya yang strategis di lintasan timur dan menjadi penghubung antara Banda Aceh, Lhokseumawe, dan juga dataran tinggi Gayo membuat Bireun selalu ramai.

Yuri menyebutkan, sejauh ini baru delapan remaja yang sudah terdeteksi sebagai korban dari perbuatan para tersangka. Namun tak tertutup kemungkinan akan ada penambahan.

"Kalau mereka (tersangka) ini terbukti menggunakan anak-anak di bawah umur akan kita jerat dengan Undang-Undang perlindungan anak. Ini kejahatan terhadap anak di bawah umur," sebutnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini