Share

Ini Pengakuan Member Prostitusi Online di Bandung

Tri Ispranoto, Okezone · Kamis 07 Februari 2013 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 07 526 758021 7G1eq47twW.jpg (Ilustrasi, merchantequip)

BANDUNG - Kasus munculnya situs internet yang menawarkan jasa pekerja seks komersial (PSK) atau prostitusi online menyita perhatian masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Bandung, Jawa Barat.

 

Apa dan bagaimana situs tersebut, dua anggota prostitusi online, sebut saja Kabayan (33) dan Cepot (28) menceritakannya kepada wartawan.

Lajang asal Kota kembang itu mengaku sudah lama menjadi member atau anggota.

“Awalnya, memang iseng. Tapi, teranyata itu asli, benar,” tutur Kabayan saat ditemui Mal Paris van Java (PVJ), Kota Bandung, Rabu, 6 Februari 2013 malam.

Pria berkaca mata itu mengaku sudah menjadi member golongan Platinum sejak September 2012. Awalnya, dia mendapat informasi dari sebuah situs forum pertemanan.

Kabayan mengisahkan, dia pertama kali berkencan dengan wanita bisyar pada November 2012. Setelah mendaftar, dia mendapat nomor telefon para wanita bisyar.

“Awalnya agak ragu sih. Pertama kali saya mencari yang orang Jakarta. Kan di situ ada nomor telefonnya dan saya coba ternyata betul. Dia mau ke Bandung,” uap Kabayan.

Di kencan pertamanya itu, Kabayan merogoh kocek Rp2,5 juta dan menyewa kamar di sebuah hotel berbintang tiga. “Segitu sudah sama ongkos dia,” tambahnya.

Tak jauh berbeda diungkapkan member lain, Cepot. Dia mengaku sudah bergabung sejak Desember 2012.

“Sudah tiga kali saya ‘”main” sama cewek dari situ,” ucap Cepot, saat ditemui terpisah di salah satu kafe di Jalan Ir H Djuanda (Dago).

Untuk masalah kocek, pria berkepala plontos itu mengungkapkan, untuk sekali kencan dia bisa mengeluarkan uang mulai Rp750 ribu hingga Rp5 juta.

Semenjak ramai pemberitaan di media massa, Kabayan dan Cepot mengaku belum berani melakukan lagi bertransaksi dengan wanita-wanita bisyar.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini