nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Tersangka, Golkar Nonaktifkan Rusli Zainal

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2013 17:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 02 08 339 758998 pFXJkhQsYV.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pascaditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rusli Zainal akan segera dinonaktifkan dari Golkar.

"Ya, Insya Allah beliau akan nonaktif barang kali. Kebijakan partai kalau tidak mengundurkan diri, ya dinonaktifkan," ungkap Ketua DPP Golkar Ade Komarudin saat dihubungi wartawan, Jumat (8/2/2013).

Menurut Ade, apa yang menimpa Gubernur Riau itu merupakan masalah hukum pribadi bukan partai. Sehingga, kasus hukum yang menimpanya tidak ada sangkut pautnya dengan Golkar.

"Kalau kita kasus hukum harus percaya sama instiitusi penegak hukum. Kita tidak mau memberikan intervensi atau opini, karena itu kewenangan bukan kita tapi instansi," terangnya.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR ini juga mengaku, kasus ini secara langsung atau tidak jelas berpengaruh bagi partai. "Kita juga tak akan naif kalau tidak ada pengaruhnya. Tapi, sekali lagi rakyat sudah cerdas dan sekarang bisa bedakan mana institusi dan pribadi," sambungnya.

Namun, dia menegaskan, Golkar tetap dalam posisi mendukung pemberantasan korupsi. Meskipun, Ade enggan menjamin Golkar tidak akan tersandung kasus hukum lagi.

"Ini kan para politisi ada birokrasi, serta ada hakim juga. Sekarang, pemberantasan korupsi kita juga tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada keadaan ini. Kita serahkan kepada yang berwenang pada KPK, Kejaksaan dan masing-masing, sesuai dengan tupoksinya," urainya.

Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical), diakui Ade selalu mengingatkan semua kader terutama yang duduk menjadi anggota dewan untuk tidak melakukan korupsi saat bekerja.

Perlu diketahui, KPK akhirnya menetapkan Gubernur Riau yang juga kader Golkar, Rusli Zainal, sebagai tersangka terkait kasus pembahasan Peraturan Daerah tentang pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII dan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Siak dan Pelalawan, 2001-2006.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini