Warga di Perbatasan RI-Malaysia & Penyakit Hipertensi

Dina Dhani, Okezone · Minggu 10 Februari 2013 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 10 340 759575 Scx75E1ST4.jpg Tim pra-Ekspedisi Rajawali di Badau (Foto: Dina Dhani/Okezone)

KAPUAS HULU - Rasa lelah dan letih belum hilang setelah melaksanakan bakti sosial di Dusun Klawik, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 9 Februari 2013. Tim juga mengecek kesiapan pos-pos menghadapi Ekspedisi Rajawali Khatulistiwa yang akan dimulai di Badau, pada 3 Maret 2013.

Perjalanan hari kedua kali ini menuju SDN 01 Badau. Saat tim pra-ekspedisi memasuki halaman sekolah, ada kejutan dalam bentuk sambutan yang luar biasa dari seluruh murid SDN 01 dan SDN 08 Badau. Mereka berbaris rapi membuat pagar di samping jalan menuju sekolah sambil menyanyikan lagu Selamat Datang.

"Sungguh sebuah kejutan yang luar biasa yang kami rasakan. Sebuah suntikan semangat yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Sebuah persembahan indah buat kami dari sahabat cilik Rajawali di pagi yang cerah ini,” ungkap Pembina Ekspedisi Rajawali, Kapten (Ckm) Victorio, kepada Okezone, Minggu (10/2/2013).

Kegiatan hari kedua ini dipusatkan di SDN 01 Badau dan juga di gedung olahraga. Acara dimulai dengan pemberian materi tentang wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh Serda Eka kepada siswa kelas VI SD.

Sementara murid-murid lainnya mendapat pelajaran di mobil pintar yang didatangkan ke sekolahan mereka. Sebagian lainnya mengikuti demo mencuci tangan yang disampaikan secara atraktif oleh sahabat Ekspedisi Rajawali, Suryati.

“Untuk kegiatan pelayanan kesehatan pada hari ini tim ekspedisi menghadirkan pelayanan kesehatan umum, KB, pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol, yang kesemuanya dilaksanakan secara gratis,” jelas Victorio.

Tercatat 143 masyarakat yang mengikuti pelayanan kesehatan. Penyakit terbanyak yang ditemui masih seperti sebelumnya saat baksos di Dusun Klawik, yaitu darah tinggi dan nyeri tulang dan otot.

Penyakit darah tinggi tidak hanya diderita warga di atas 40 tahun, namun banyak kalangan muda yang mengalaminya.

“Sebuah fenomena, perlu dicari penyebabnya bersama dan dicarikan solusinya. Mengingat, hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan kematian secara tiba-tiba bagi manusia," jelas Victorio yang juga seorang dokter itu.

Usai menyelesaikan kegiatan di badau, rombongan ekspedisi Rajawali pulang ke Pos Nanga Badau.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini