Share

Pelaku Prostitusi Online Bogor Ternyata Mahasiswa IPB

Endang Gunawan, Sindo TV · Senin 11 Februari 2013 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 11 526 759839 X0iGhZQ3Du.jpg (Ilustrasi, merchantequip)

BOGOR - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Insititut Pertanian Bogor (IPB), Yonny Koesmaryono, membenarkan, HFIH (24) yang ditangkap petugas Polda Jawa Barat, adalah mahasiswanya.

HFIH merupakan pembuat dan pengelola situs prostitusi yang ditangkap polisi pada Jumat, 8 Februari 2013 sore.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Yonny, Senin (11/2/2013), mengatakan, berdasarkan data kemahasiswaan, pelaku merupakan mahasiswa semester XII Departemmen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. HFIH merupakan angkatan ke-44 dan sedang melaksanakan skripsi.

Yonny sudah menemui HFIH di Mapolda Jabar. Dia memastikan HFIH bukan mahasiswa berprestasi, apalagi di bilang komputer. Pelaku berasal dari keluarga ekonomi lemah. HFIH harus bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup di Bogor dan biaya kuliah.

Yonny menjelaskan, sebelum HFIH ditangkap di Hotel Papaho, HFIH sempat bertemu dosennya pada Jumat pagi sekira pukul 10.00 WIB. Sore harinya, dia langsung ditangkap.

Atas perbuatannya, HFIH terancam dipecat sebagai mahasiswa IPB karena terbukti melanggar Tata Tertib Kemahasiswaan IPB, Pasal 4 ayat 1, 2, dan 4.

Seperti diberitakan, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, pada Sabtu, 9 Februari 2013, mengatakan, HFIH merupakan administrator dari blog prostitusi online.

Pelaku ditangkap di kamar nomor 5 Hotel Papaho, Jalan Padjajaran, Kota Bogor. Polisi turut mengamankan beberapa barang bukti, seperti satu unit komputer jinjing, empat telefon genggam, dan satu sepeda motor bernomor polisi T 3660 UM.

Dari hasil penyelidikan, HFIH sudah menjalankan bisnis prostitusinya sejak enam bulan terakhir. Setiap kencan, wanita yang dijualnya mendapat Rp1,5 juta.

HFIH dijerat Pasal 30 sub Pasal 35 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan sanski pidana minimal enam bulan dan maksimal 12 tahun. Dia juga dikenakan Pasal 45 ayat 1 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara enam tahun.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini