Share

Ini Alasan Admin Prostitusi Online di Bogor "Jual" Gadis ABG

Tri Ispranoto, Okezone · Senin 11 Februari 2013 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 11 526 759848 b2HFtd9XRq.jpg Ilustrasi mesum

BANDUNG- HFIF (24), admin sekaligus pelaku prostitusi online, telah diringkus Polda Jawa Barat. Apa alasan HFIF melakoni pekerjaannya sebagai penyalur gadis anak baru gede (ABG)?

“Engga sampai enam bulan. Saya baru dari akhir Desember sampai Februari kemarin,” kata HFIF saat ditemui di Mapolda Jabar, Senin (11/2/2013).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Pria yang yang juga tercatat sebagai mahasiswa IPB jurusan Agrobisnis semester XII itu mengaku, berani melakoni pekerjaannya lantaran diminta seorang teman untuk dicarikan pelanggan.

Hingga kini, pria warga Dramaga, Kabupaten Bogor, mengaku sudah bertransaksi lima kali dengan keuntungan 1/3 hingga 1/4 dari harga ABG yang ditawarkan. “Pelangannnya nggak ada pejabat, hanya pegawai dan orang-orang lokal saja,” jelasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, menjelaskan dalam aksinya HF menjual gadis-gadis yang semuanya berumur di bawah 18 tahun.

Martinus mengatakan, sejauh ini ada sembilan abg yang menjadi barang daganan HF. Dari hasil penyelidikan, HF bekerja sendiri sebagai admin dan orang yang memasarkan kesembilan abg tersebut.

“Pengakuannya sendiri, tapi kita berharap pelaku bisa membuka (pelaku lain) untuk blog-blog dan web lain di Jabar,” harapnya.

Akibat perbuatannya, HF dijerat dengan tiga pasal berbeda yakni Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Kedua, Pasal 88 UU No 23 tahun 2002 tentang tindak pidana perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Terakhir dijerat dengan pasal 506 KUHPidana mengenai mucikari dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini