nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Anggota DPRD Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi PSSI

Solichan Arif, Jurnalis · Sabtu 16 Februari 2013 05:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 02 16 521 762646 2ph8m0BYZq.jpg Ilustrasi

TULUNGAGUNG- Kejaksaan Negeri Tulungagung, menetapkan Supriyono dan Edi Tetuko, dua orang anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sebagai tersangka kasus korupsi PSSI Cabang Tulungagung.

Supriyono yang menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung dan Edi Tetuko selaku Bendahara DPC, dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas terselewengnya uang negara sebesar Rp1,75 miliar.

“Benar, dua orang bersangkutan telah kami tetapkan sebagai tersangka,“ ujar Kajari Tulungagung, I Made Nuartika, Jumat 15 Februari.

Penetapan status tersangka, kedua orang wakil rakyat itu mengacu pada Sprindik Kajari Tulungagung Nomor: Print-02/0.527/Fd.1/11/2012 dan Nomor: Print-03/0.5.27/Fd.1/11/2012.

Dana APBD 2010 sebesar Rp1,75 miliar yang dialokasikan ke KONI dan mengalir ke Pengurus Cabang PSSI Tulungagung, penyidik telah menemukan kerugian negara sebesar Rp750 juta. Supriyono selaku Ketua Pengcab dan Edi Tetuko sebagai Sekretaris Pengcab disangka bertanggungjawab atas terjadinya mark up anggaran tersebut.

Dari total anggaran yang digelontorkan, hanya sebesar Rp500 juta yang bisa dipertanggungjawabkan. Selebihnya digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak pernah ada (fiktif). Jaksa melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) pada Desember 2010 dan menindaklanjuti dengan penyelidikan pada Maret 2011.

Peningkatan penyelidikan (lid) ke penyidikan (dik), pada Maret 2012 penyidik menetapkan Bendahara Pengcab Aang Pungky, sebagai tersangka dan dijebloskan ke Lapas Kelas II B Tulungagung.

Menurut Made, penetapan status tersangka Supriyono dan Edi Tetuko merupakan pengembangan dari pemeriksaan tersangka Aang Pungky. Sebelumnya Aang mengatakan semua yang dilakukannya atas sepengetahuan Ketua dan Sekretaris Pengcab.

“Dari sini kami masih akan terus mengembangkan penyidikan, “jelasnya.

Kendati sudah menetapkan sebagai tersangka, penyidik kejaksaan belum melakukan penahanan. Sebab, kedua tersangka yang menjabat sebagai anggota legislatif aktif tidak memperlihatkan indikasi melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti.

“Kami belum melakukan penahanan karena tersangka kooperatif,“ pungkasnya. 

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini