PKNU Merger dengan Gerindra

Misbahol Munir, Okezone · Minggu 17 Februari 2013 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 17 339 762972 ckBB7LZUjD.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terus berupaya merangkul partai lain yang tak lolos sebagai peserta pemilu 2014 untuk bergabung. Upaya itu dilakukan agar Gerindra bisa mewujudkan cita-citanya untuk memenangkan Pileg dan Pilpres 2014 nanti. Salah satu partai yang mulai merapat adalah Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).  

 

Ketua Umum PKNU, Choirul Anam mengatakan, PKNU dan Gerindra akan menanda tangani Memorandum of Understanding (MoU) nanti siang. Kata dia, MoU itu berisikan kesepakatan tentang pembentukan organisasi sayap Gerakan Ahlussunnah wal jamaah (Gerak Aswaja). Organisasi sayap ini berfungsi untuk memenangkan Gerindra baik di Pileg maupun Pilpres 2014 nanti.

 

"Benar, nanti kita akan menanda tangani MoU antara PKNU dan Gerindra. Kita sepakat membentuk organisasi sayap, untuk memenangkan Pileg dan Pilpres Gerindra 2014," kata Cak Anam saat berbincang dengan Okezone, Minggu (17/2/2013).

 

Organisasi Gerak Aswaja itu kata dia, akan menggunakan struktur organinasi PKNU yang telah tertata selama ini. "Gerak Aswaja akan menggunakan organisasi yang dimiliki PKNU," kata dia.

 

Imbal balik dari kesepakatan tersebut, kata dia maka 375 anggota DPRD tingkat I dan II dari PKNU periode 2009-2014 akan diprioritaskan kembali maju sebagai caleg pada 2014 nanti. "Kompensasinya 375 anggota DPRD PKNU di seluruh Indonesia, diprioritaskan maju lagi dari Gerindra," imbuhnya.

 

"Kita enggak ganggu organisasi Gerindra, aspirasi politiknya menangkan pileg dan pilpres. Begitu juga dengan PKNU tetap ada sebagai institusi parpol. Basis-basis PKNU diprioritaskan sebagai Caleg," tegasnya.

 

Sementara, saat ditanya perihal bergabungnya PKNU ke PPP, dia mengatakan tidak ada kesepatakan formal yang dilakukan kedua partai. Kata dia, PPP hanya meminta agar PKNU melebur ke PPP secara alami.

 

"PPP ngajak gabung secara alami, tidak ada formalnya. Itu sulit. Jika ada kader yang gabung silahkan saja, sampai saat ini belum ada kawan yang bergabung dengan PPP. Kalau bergabung secara alami kan nature, sedangka parpol tidak bisa begitu," pungkasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini