Share

Moral Merosot, Jam Pelajaran Agama Harus Ditambah

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Senin 18 Februari 2013 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 18 373 763574 uRnymbfzER.jpg Foto: dok. Okezone

DEPOK - Tingkat kenakalan remaja di Depok cukup memprihatinkan, mulai dari tindak kriminalitas,  pengguna narkoba, tawuran hingga seks pranikah. Sementara, pendidikan Agama Islam di sekolah umum masih kurang.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Depok I'ie  Naseri mengungkap, jam pelajaran agama Islam di sekolah mulai di semua tingkatan harus ditambah. Pasalnya, selama ini pelajaran agama hanya 120 menit dalam seminggu.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Kami prihatin dengan kondisi remaja di Depok. Misalnya saja, enam dari 100 pelajar sudah melakukan seks pranikah. Sebenarnya, kenakalan remaja ini adalah gejala umum, hanya saja kami ingin agar degradasi moral ini diminalisasi. Salah satunya, melalui penambahan jam pelajaran agama Islam," papar Naseri kepada wartawan, Senin (18/2/2013).

Naseri berharap, penambahan jam pelajaran Agama Islam di sekolah umum di semua tingkatan bisa mengurangi kenakalan di kalangan remaja. Salah satu poin yang ditekankan dalam pelajaran agama Islam tersebut adalah tentang pembentukan karakter dan ahlak. Dia menyadari, hasil pendidikan tidaklah secara kasat mata bisa dilihat, namun dari indikatornya seperti tingkah laku dan sopan santun anak.

"Memang dalam hal perbaikan moral, bukan hanya tugas dari Kemenag Depok saja. Namun, semua pihak harus turut serta membantunya," tuturnya.

Meski begitu, usulan penambahan waktu pelajaran agama di sekolah umum tidak serta merta dipaksakan secara langsung. Tentu, imbuhnya, mengikuti alur dan tidak mengganggu jam pelajaran selama ini. Terlebih lagi, adanya rencana penerapan kurikulum 2013.

"Ya, kita tidak harus memaksakan penambahan itu harus berapa jam. Yang pasti, agar bisa ditambah saja dan tidak bertabrakan dengan jam sebelumnya. Tentu, kita berharap agar siswa bisa menerapkan isi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Muhammad Nurdin mengaku, jam pelajaran agama masih kurang, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA. Meski begitu, pihaknya juga tetap berupaya dalam meningkatkan kemampuan agama Islam melalui program satu hari satu ayat Alquran. Menurutnya, program itu baru dicanangkan di tingkat UPT Pancoran Mas dan akan menyebar ke seluruh kecamatan. Program tersebut bukanlah dari Pemkot Depok, namun insiatif dari Dinas Pendidikan Kota Depok untuk mengambil masa golden age di usia anak.

"Kami juga prihatin  dengan pelajaran agama yang hanya dua jam. Untuk itu,  melalui gerakan mempelajari Alquran juga bisa meningkatkan kemampuan dalam agama," ujar Nurdin.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini