nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demokrat Partai Teater

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2013 16:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 03 01 339 769700 P03WudcUsj.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pernyataan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang mengatakan dirinya pernah diminta mundur oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat Kongres 2010 lalu menunjukan bahwa banyak faksionalisasi di tubuh partai berlambang bintang mercy tersebut.

 

"Ini sudah menunjukkan Demokrat sejak dulu ada faksionalisasi yang parah. Pidato Anas itu semakin mempertegas masalah lama yang disembunyikan oleh opera," kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi, dalam diskusi yang diadakan Angkatan Muda Restorasi Indonesia (AMRI) di Jakarta, Jumat (1/3/2013).

 

Kata Burhanudin, Partai Demokrat merupakan partai teater yang lupa akan persoalan korupsi yang melanda anggota mereka dan membuat suara mereka dapat anjlok pada Pemilu 2014.

 

"Saya kira Partai Demokrat itu partai teater, mereka lupa memperbaiki citra, padahal sudah terjerat masalah korupsi. Dilihat dari kondisi sekarang balada Demokrat masih belum berlalu. Dan ini juga yang membuat Demokrat makin suram prospeknya di 2014," paparnya.

 

Dia mencontohkan, mundurnya Anas sebagai ketua umum dapat mempersulit kondisi Demokrat yang ingin memperbaiki citranya.

 

"Kasus terakhir Anas yang menyatakan mundur dari ketua umum akan membuat Demokrat sulit recovery, karena proses pengunduran diri berjalan tidak mulus. Ini akan jadi duri dalam daging dan membuat Demokrat gagal move on," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini