Demokrat Bisa Dicap Partai Nepotisme Jika Loloskan Pramono Edhie

Rizka Diputra, Okezone · Rabu 13 Maret 2013 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 13 339 774859 44CGsG9BjQ.jpg Pramono Edhie Wibowo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Demokrat dalam waktu dekat akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menunjuk ketua umum baru pengganti Anas Urbaningrum.

Kader partai berlambang bintang mercy ini diyakini takkan memilih calon dari eksternal untuk memimpin partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Kita tahu ada sejumlah nama eksternal seperti Pramono Edhie, tapi saya kira kader tahu tentu akan lebih memilih dari internalnya saja," kata pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes kepada Okezone, di Jakarta, Selasa (12/3/2013) malam.

 

Sejumlah nama dari internal mulai meramaikan bursa caketum Partai Demokrat, diantaranya Marzuki Alie maupun Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Bahkan, dari kalangan militer pun memunculkan nama adik ipar SBY yang menjabat sebagai KSAD, yakni Pramono Edhie Wibowo.

Namun, sosok Pramono dianggap kurang populer dimata kader Demokrat. Apalagi, Pramono berasal dari eksternal sehingga diragukan mampu membawa Demokrat keluar dari prahara yang menerpanya.

"Pramono Edhie, dia punya pengalaman kemiliteran. Dia juga punya hubungan kekerabatan dengan SBY. Tetapi harus dilihat, Pramono itu orang luar Demokrat, dimana rentan resistensi dari dalam," kata Arya.

Sementara jikalau Pramono didukung Cikeas, maka Demokrat nantinya bakal dianggap sebagai partai keluarga yang sarat akan nepotisme.

"Saya melihat kecil kemungkinan ke arah sana (pilih Pramono Edhie). Kader akan memilih dari internalnya sendiri, karena kalau Pramono (dipilih), Demokrat bisa dicap sebagai partai nepotisme," tukasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini