Kepsek Diduga Korupsi, Siswa MAN Lubuk Pakam Mogok Belajar

Amiruddin, Sindo TV · Rabu 13 Maret 2013 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 13 340 774953 KHXzqjLBA7.jpg Ilustrasi

DELISERDANG - Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, mogok belajar. Mereka menuding kepala sekolah melakukan tindak korupsi berkedok pungutan liar.

Salah seorang siswi, Ade, mengatakan, pihak sekolah kerap melakukan pungutan, di antaranya dana insidental sebesar Rp400 ribu per siswa, biaya perlengkapan pakaian seragam sebesar Rp190 ribu per potong, dan uang praktik belajar. Namun, ironisnya, para siswa mengaku tidak pernah melakukan praktik karena ruang laboratorium selalu dikunci.

Menurut Ade, biaya ditarik atas izin kepala sekolah, Marliana Nasution. Dia dan rekan-rekannya mengaku sudah tidak percaya dengan kepemimpinan kepala sekolah tersebut.

“Kami dikutip uang, tapi hingga kini tidak jelas ke mana uangnya. Uang tersebut dijanjikan kepsek untuk segala urusan praktik, namun praktik tidak pernah. Seluruh ruangan praktik, seperti laboratorium IPA dan laboratorium bahasa selalu digembok,” ujarnya, Rabu (13/3/2013).

Kasus lain, pembangunan gedung musala sekolah yang tersendat-sendat, padahal sudah dilakukan sejak lama. Mereka mengancam bila kepsek tidak segera bertanggung jawab maka proses belajar mengajar tidak akan berlangsung.

“Maka itu, kami minta hak-hak kami sebagai murid, kepsek harus bertanggung jawab. Kalau tidak, kami akan mogok terus,” tegasnya.

Sementara itu, petugas tata usaha, Poniman, mengatakan, puncak emosi siswa ini karena kepala sekolah melarang adanya pembentukan ekstrakurikuler pasukan pengibar bendera (paskibara).

Aksi mogok belajar para siswa tidak berlangsung lama setelah polisi yang dipimpin langsung Kapolsek Lubuk Pakam, AKP M Ikhwan, menemui perwakilan siswa dan para guru. Aksi berakhir, namun siswa tetap enggan masuk ke kelas.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini