nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BEM UI Tegaskan Tak Ikut Aksi 25 Maret

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Minggu 24 Maret 2013 13:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 03 24 339 780632 JNntYYH0hl.jpg Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

DEPOK- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (BEM UI) memastikan tidak akan turun dalam aksi demo yang digelar Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), 25 Maret 2013.

Ketua BEM UI Ali Abdillah mengatakan, aksi yang dilakukan besok lebih condong kepada nafsu politik untuk menurunkan presiden SBY, padahal ia menilai ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan pelengseran. Dia menyebut bahwa tahun 2013 ini sebagai tahun huru hara politik dimana suhu politik memanas menjelang Pemilu 2014.

"Kalau dari BEM UI tanggal 25 Maret, kita tegaskan enggak turun, kalau nanti ada elemen mahasiswa UI lain yang turun itu soal lain. Karena kita belum lihat ada konstelasi politik yang jelas," ujarnya kepada wartawan di Fakultas Hukum, UI, Depok, Minggu (24/03/2013).

Dia mengakui kondisi bangsa memang tengah mengalami bermacam persoalan, tetapi pihaknya belum melihat adanya urgensi untuk melakukan pelengseran terhadap presiden saat ini.

"Yang saya lihat ini kuat nuansa politisnya, jadi kita tidak akan turun besok," tegasnya.

Ali mengungkapkan, demo yang digelar jangan hanya berdasarkan atas emosi belaka. Namun, BEM UI tak bisa memastikan jika kondisi negara sudah semakin parah dan kasus - kasus yang ada tekah terbukti secara hukum dinyatakan bersalah, maka mereka pasti akan turun ke jalan.

"Demo kan bukan hobi. Iya baik memang banyak masalah besar di negara ini, tapi apa itu disepakati bahwa itu masalah darurat, jangan sampai apa-apa langsung demo. Jangan sampai atas emosi, dan tak dikaji. Apa benar sudah realistis.

Kami dari BEM UI menilai permasalahan tahun ini adalah tahun politik, semua bisa terjadi. Kalau mau diimpeach, apakah presiden misalnya langgar tindak pidana, hukum, atau langgar UUD 1945, kita belum melihat itu," tukasnya.

Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) mengatakan, aksi perubahan yang bakal dilakukan pada 25 Maret 2013, adalah perlawanan rakyat sipil berbagai elemen atas Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Aksi nanti adalah aksi damai dengan mengeluarkan Pantura atau Panca (lima) Tuntutan Rakyat.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini