nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Bisa Kudeta, MKRI Minta SBY Mundur Baik-Baik

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Senin 25 Maret 2013 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 03 25 339 781088 CN8W6CJymd.jpg Presiden SBY (Foto: Abror Rizki/Rumgapres)

JAKARTA - Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) menyerukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar turun daei jabatannya secara damai. Bukan dengan kudeta yang belakangan diserukan banyak pihak.

 

Ketua MKRI Ratna Sarumpaet, mengingatkan agar istilah kudeta yang digaung-gaungkan oleh Istana tidak lagi dipakai menamai aksi MKRI. Pasalnya, kudeta hanya bisa dilakukan oleh tentara. Namun, dia tidak menampik saat ditanya mengenai tuntutan agar Presiden SBY mundur dari jabatannya.

 

"Jangan katakan kudeta, kudeta hanya bisa dilakukan oleh tentara. Tapi ini baru awal menuntut SBY mundur, jangan diributkan dulu. Biarkan masyarakat memilih, mana yang dia pilih," kata Ratna, Senin (25/3/2013).

 

Kemudian, Ratna juga meminta agar rakyat Indonesia tidak terpecah oleh perbedaan suku, agama dan semacamnya.

 

Kemudian, aksi yang digelar di depan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), di Jalan Dipenegoro 74 merupakan bentuk people power di Indonesia dan itu suatu yang wajar.

 

Oleh karena itu, dia meminta SBY mundur dengan lapang dada. Tapi kalau SBY tidak mundur, maka akan ada people power menurunkan SBY.

 

"Tapi yang terjadi SBY malah bikin isu kudeta, panggil jenderal-jenderal. Apa seperti ini presiden yang kita inginkan? Kita butuh presiden yang baik. Turunnya SBY merupakan harga mati," tandasnya.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini