nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adhie Massardi: Yang Waras Ngalah Dulu

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Senin 25 Maret 2013 18:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 03 25 339 781262 izycwmWZLv.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) sudah selesai melakukan orasi turunkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus pemnagian sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Sekretaris Jenderal MKRI, Adhie Massardi mengatakan, aksi yang dilakukan di depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro 74, Jakarta Pusat, merupakan langkah awal.

Adhie menambahkan, pihaknya akan terus beraksi dan melakukan konsolidasi ke kampus-kampus sampai pemahaman MKRI menyiapkan Pemerintahan Transisi dipahami oleh lebih banyak orang dan rakyat bisa kembali bergerak untuk meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur.

"Ini baru awal, kita menyampaikan pendapat bahwa SBY sudah tidak efektif lagi dan tak punya kompetensi menjadi pemimpin," tegas Adhie kepada wartawan, Senin (25/3/2013).

Rencananya, awal April mendatang MKRI akan kembali melakukan aksi demonstrasi besar-besaran. "Untuk tanggal dan waktunya kita sedang berunding. Aksi akan dilakukan di seluruh Indonesia," sambungnya.

Adhie pun menjelaskan, mengapa pihaknya memindahkan lokasi demo ke depan kantor YLBHI dan bukan di Istana Negara. Diakuinya, pihaknya belum melakukan mobilisasi massa dan baru memberikan seruan kepada elemen bangsa, terkait ketidakmamapuan Pemerintahan SBY mengurus Indonesia.

"Kita tidak memobilisasi massa, sehingga kita tidak bisa mengontrol teman-teman yang hadir. Kemudian ancaman istana sangat serius. Mereka sudah menyatakan, kami mau keudeta dan mereka menyatakan mau melibas kami," jelas Mantan Jubir Presiden Abdurahman Wahid ini.

Kemudian, pernyataan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang mengingatkan semua pihak untuk tidak main-main soal isu kudeta terhadap Pemerintahan SBY dan akan menyerbu pendemo yang akan melakukan kudeta juga jadi pertimbangan Adhie.

"Menhan bilang mau menyerbu, kelompok sipil ada yang mau dibenturkan ke kita, ada penyusupan yang akan melakukan anarki di barisan kami dan siapkan aparat yang represif. Nah kami bukan takut, tapi ini harus dipertanggungjawabkan, karena ini langkah awal kami belum merasa perlu melakukan itu. Saya bilang kita yang waras minggir dulu ngalah dulu," paparnya.

Rencana penyerbuan dari Menhan ditangkap Adhie semakin matang saat kami rapat Sabtu 23 Maret 2013 dan bertepatan dengan adanya penyerbuan kelompok bersenjata ke lapas Cebongan, Sleman.

"Itu pasti orang Menhan pasti tahu dan ini bukan mustahil kalau orng ini menyerang kita. Tapi, kemudian Menhan lepas tangan menyatakan ini pasukan siluman. Hal semacam ini kita antisipasi, tak boleh ada rakyat yang harus keluar berkorban menentang pemerintahan yang korup," tutupnya.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini