nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Adat: Tak Ada Kebiasaan Kumpul Kebo di Mentawai

Rus Akbar, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2013 15:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 03 26 340 781680

PADANG- Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Mentawai, Sumatera Barat, Kortanius Sabeleake, membantah Mentawai sebagai daerah yang mentolelir kumpul kebo.

“Justru peraturan adat yang melarang itu dan secara tegas tidak diperbolehkan serumah tanpa ada ikatan perkawinan,” kata Kortanius Sabeleake kepada Okezone, Selasa (26/3/2013).

Jika kedapatan menginap di rumah salah satu pasangan di luar nikah, lanjutnya, denda adatnya sangat tinggi, bahka diusir dari kampung serta dikucilkan kelompok suku-suku tertentu.

“Secara budaya yang sudah kita gumuli bertahun-tahun lamanya tidak ada refrensi budaya Mentawai yang memperbolehkan kumpul kebo itu. Jika Andi Hamzah ada referensi tolong kasih sama kita,” kesalnya.

Dia menilai, pernyataan itu mencoreng nama Mentawai. Jangankan untuk kumpul kebo, berjalan dengan pacar saja itu sanksi adat sudah ada.

Senada dikatakan Sekretaris Aliansi Masyarakat Adat Peduli Mentawai (AMA-PM) Ferdinan Salamang. Dia mengecam pernyataan Andi Hamzah. Menurutnya orang Mentawai itu memiliki budaya malu jika melakukan hal-hal diluar nikah.

“Sebelum masuknya agama, di Mentawai itu sudah mengenal pernikahan secara adat. Jika melakukan perzinahan di luar nikah, maka sanksi adat akan didapat pada pelakunya. Soal pernikahan di Mentawai itu ada alak toga (mas kawin), jadi tidak sembarang saja kawin,” ujarnya.

“Dengan pernyataan Andi Hamzah ini kita akan membuat pernyataan sikap mengenai istilah itu. Kalau dari RUU-nya saya kira kita sepakat, tapi kalau pernyataannya itu kita tidak sepakat dalam secepatnya akan kita layangkan surat pernyataan tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, pakar hukum pidana Andi Hamzah menyebut ada tiga wilayah di Indonesia yang mentolelir kumpul kebo. Tiga daerah itu yakni Bali, Mentawai, dan Minahasa.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini