nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abraham Samad: Ada yang Mau Kudeta Saya

Tegar Arief Fadly, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2013 11:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 03 27 339 782168 8r4ncQbt54.jpg Abraham Samad (Foto: Runi/ okezone)

JAKARTA - Komite Etik yang dibentuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyimpulkan bahwa pelaku yang membocorkan surat perintah penyidikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum adalah salah satu unsur pimpinan KPK.

Hal ini memancing Ketua KPK Abraham Samad untuk berkomentar. Menurutnya, kasus kebocoran yang berujung pada ditetapkanya Anas sebagai tersangka tersebut adalah sebuah upaya rekayasa yang sengaja diciptakan

Bahkan, pria asal Makasar ini menuding ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja mengarahkan pelaku pembocor sprindik itu kepada dirinya.

"Kebocoran sprindik adalah skenario untuk menjatuhkan dan membungkam saya dari KPK," kata Abraham dalam pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Tidak hanya itu, Abraham juga menuding ada upaya untuk melakukan kudeta terhadap dirinya. Sebab selama menjabat sebagai Ketua KPK, Abraham memang selalu berbicara lantang terkait dengan pemberantasan kasus korupsi.

"Karena selama ini saya sangat kencang dan lantang membongkar kasus kasus korupsi besar," tegasnya.

Sebelumnya, komite Etik mengakui sudah memegang nama dari pihak internal KPK yang diduga telah membocorkan draft dokumen sprindik yang menyatakan Anas Urbaningrum sebagai tersangka.

Ketua komite etik Anies Baswedan menyampaikan, sampai saat ini pihaknya sudah merampungkan pemeriksaan baik dari pihak internal maupun eksternal yang diduga mengetahui perihal pembocoran itu.

Saat disinggung mengenai siapa orang yang telah membocorkan dokumen tersebut, Anies enggan menjawabnya secara blak blakan. Namun, tersirat bahwa pembocor itu adalah dari level pimpinan KPK.

Anies juga menjelaskan, nama yang sudah dipegang itu sendiri diduga telah melakukan pelanggaran kode etik. Namun, dia mengaku masih perlu melakukan pendalaman dan pemanggilan saksi berikutnya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini