Share

Hore, Maba ITB Gratis Uang Pangkal!

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Minggu 31 Maret 2013 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 31 373 783961 p1VhFSQ50S.jpg Salah satu sudut kampus ITB. (Foto: dok. ITB)

JAKARTA - Tahun lalu, mahasiswa baru (maba) Institut Teknologi Bandung (ITB)  harus membayar Rp55 juta sebagai uang pangkal. Tahun ini, kebijakan tersebut dihapuskan. Dengan kata lain, maba ITB angkatan 2013 masuk kuliah secara gratis.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsyah Suryadi dan Direktur Hubungan Masyarakat dan Alumni ITB, Dr. Marlia Singgih menjelaskan, berdasarkan data, hanya 20 persen dari total maba ITB angkatan 2012 yang membayar penuh uang pangkal sebesar Rp55 juta tadi. Sisanya membayar dengan subsidi nol hingga 80 persen. Begitu pula dengan biaya kuliah per semester yang berkisar antara nol hingga Rp10 juta.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Artinya, untuk menempuh pendidikan di ITB, biaya yang dikeluarkan di muka dan biaya kuliah per semester disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orangtua dari calon mahasiswa baru tersebut. Tujuannya agar tidak ada putra-putri Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan di ITB karena permasalahan ekonomi," demikian disitat dari laman ITB, Minggu (31/3/2013).

Penggratisan uang pangkal di ITB ini sejatinya merupakan implementasi ketetapan Ditjen Dikti Kemendikbud, yang mewajibkan maba tahun akademik 2013/2014 dibebaskan dari uang pangkal. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) kepada PTN di seluruh Indonesia. Tahun ini BOPTN ITB mencapai Rp175 miliar.

Selain menggratiskan uang pangkal, ITB tetap akan memberikan bantuan biaya studi melalui program Bidik Misi. Program ini akan memberikan beasiswa kepada 20 persen dari total keseluruhan maba yang diterima ITB tahun ini. Mereka yang berhak mendapat Bidik Misi adalah mahasiswa dengan kemampuan akademis tinggi namun drai kalangan ekonomi lemah.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini