Share

Peringkat ITB Oke, Tapi Mutu Lebih Oke

Iman Herdiana, Okezone · Senin 01 April 2013 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 01 417 784259 gwyXn0Js5X.jpg Rektor ITB Akhmaloka. (Foto: Iman Herdiana/Okezone)

BANDUNG - Meski tersohor sebagai kampus elite di Tanah Air, peringkat Institut Teknologi Bandung (ITB) di dunia acap kali menurun. Sang rektor, Akhmaloka, mengaku tidak gusar dengan masalah ini.

Akhmaloka mengakui, peringkat ITB menurun dalam daftar yang dilansir 4 International College & University (4ICU). Berdasarkan peringkat Top Ten 100 Asia, posisi ITB ada pada peringkat 69.  Padahal pada Juli 2012, kampus ini berada di peringkat 37 di wilayah Asia.

Namun Akhmaloka tidak menganggap serius penurunan peringkat ITB versi 4ICU. Dia menilai parameter yang dipakai 4ICU untuk menilai ITB tidak mendalam alias dangkal. Karena itulah pihaknya tidak terlalu risau dengan turunnya peringkat ITB versi 4ICU.

"Badan pemeringkatan bukan menjadi konsen atau tujuan kami. Tujuan kami sebetulnya memperbaiki prosesnya atau kualitas akademik, " kata Akhmaloka, saat berbincang dengan Okezone, di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung.

Mantan Dekan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB ini bercerita, ketika mengikuti rapat seluruh perguruan tinggi yang digelar Unesco di Paris, Prancis, satu tahun lalu, para pimpinan kampus membahas perangkingan dengan model yang dilakukan 4ICU.

Menurut mereka, model tersebut kurang pas. Pimpinan perguruan tinggi dunia ini sepakat, akan lebih baik jika perangkingan dilakukan dengan mendalami proses akademik di masing-masing perguruan tinggi.

Sehingga, Akhmaloka menilai, membandingkan ITB dengan Universitas Indonesia (UI) atau Universitas Gadjah Mada (UGM) tidaklah tepat. Pasalnya, UI dan UGM adalah universitas yang memiliki berbagai fakultas mulai dari humaniora, sosiologi, hingga teknik. Sementara itu, ITB merupakan kampus teknik yang tidak memiliki prodi humaniora atau ilmu-ilmu sosial.

Pria ramah ini mengimbuh, di luar negeri penilaian kualitas perguruan tinggi cenderung berdasarkan program studi (prodi) yang ada di tiap kampus. Misalnya, prodi kimia di suatu kampus dibandingkan dengan  prodi kimia di kampus lain.

"Dengan penilaian spesifik itu lebih bagus. Karena bisa jadi suatu universitas memiliki kekuatan di bidang X tapi di bidang Y belum tentu bagus," imbuhnya.

Jika ITB dilihat secara spesifik, maka akan tampak prodi mana yang betul-betul menjadi unggulan. Buktinya, kata Akhmaloka, di Indonesia ITB diakui sebagai kampus yang memiliki keunggulan teknik. Bahkan ITB masuk ke dalam Top 100 kampus teknik di dunia. Sedangkan UI unggul dalam bidang sosial, UGM unggul di bidang humaniora, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki keunggulan di bidang pertanian.

"Jadi saran di Unesco kemarin, kalaulah ada rangking sebaiknya ranking itu lebih spesifik," tuturnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini