Image

"Abraham Samad Korban Rekayasa Istana"

Mustholih, Jurnalis · Kamis 04 April 2013, 07:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 04 04 339 785978 t7rGlDO1HX.jpg Pimpinan KPK (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi, membela Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, terkait kasus kebocoran draft Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. 

Dia menyatakan Abraham Samad patut diduga menjadi korban rekayasa yang bertujuan mengalihkan perhatian KPK dari pengusutan kasus bailout Rp6,7 triliun Bank Century dan dugaan korupsi di istana.

"Abraham Samad terlibat permainan yang dia tidak tahu," kata Adhie saat dihubungi Okezone, Rabu 3 April malam.

Adhie menilai rekayasa itu bermula dari desakan Istana Negara agar Anas Urbaningrum segera ditetapkan sebagai tersangka proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Dari situ, Adhie melanjutkan, dibuat skenario bahwa seolah-olah Abraham Samad yang membocorkan draft Sprindik Anas.

"Seolah-olah ini kesalaham Abraham Samad dengan membidik titik terlemah, yaitu sekretarisnya," terang Adhi.

Di sisi lain, Adhie juga mengkritik kerja Komite Etik KPK yang seolah-olah menutup kemungkinan pihak luar menjadi pembocor draft sprindik.

"Sebenarnya yang penting ini siapa yang merekayasa dan meminta sprindik ini kepada orang KPK. Samad kan disorot hanya karena dia menandatangani. (Patut diduga) yang merekayasa istana, karena ini untuk menodong Anas mundur," beber mantan juru bicara kepresidenan era Abdurrahman Wahid tersebut.

Adhie menyatakan khawatir akibat kasus kebocoran draft sprindik itu, Abraham Samad memutuskan mundur. Adhie bersama sejumlah tokoh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), berencana akan menyambangi Gedung KPK untuk memberi dukungan kepada Abraham tetap maju memberantas korupsi.

"Abraham Samad itu orang Bugis yang punya budaya siri. Dia kalau dipermalukan mundur. Orang Bugis karakternya begitu. Saya dan kawan-kawan akan memberikan dukungan agar Abraham Samad tidak mundur," tegasnya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini