Share

Peduli Sungai, 116 Mahasiswa Susur Kali Surabaya

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 08 April 2013 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 08 373 788250 DVAuEsUPUA.jpg Foto : Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Se-Indonesia menyebar 1.500 benih ikan di Kali Surabaya/Unair

JAKARTA - Sebanyak 116 mahasiswa program studi (prodi) Teknik Lingkungan yang berasal dari sekira 11 universitas di Tanah Air melakukan wisata air. Tidak sembarangan berwisata, aksi ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan, khususnya sungai.

Kegiatan bertajuk Envormentalistik itu merupakan rangkaian kegiatan rutin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Se-Indonesia (IMTLI). Kali ini, prodi Ilmu dan Teknologi Lingkungan (ITL) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST Unair) mendapat kesempatan sebagai tuan rumah.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Di akhir kegiatan, para peserta pun menyusuri sungai Surabaya, menyebarkan 1.500 benih ikan, menanam pohon di Rolak Outbound Kids Surabaya (ROKS), dan melakukan kuliah lapangan di PDAM Surya Sembada Karangpilang Surabaya.

Panitia Acara Reta Ayu HR mengungkap, kegiatan tersebut untuk mengenalkan sungai Surabaya pada mahasiswa ITL se-Indonesia. β€œKita dapat melihat secara langsung keadaan sungai yang menjadi bahan baku PDAM yang menyuplai air di wilayah Surabaya,” ujar Reta, seperti disitat dari situs Unair, Senin (8/4/2013).

Humas Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Rizal yang menjadi pemandu susur sungai memaparkan keprihatinannya atas perilaku masyarakat sekitar sungai yang tidak peduli lingkungan. Salah satunya adalah kebiasaan membuang sampah ke kali.

"Masyarakat bantaran Kali Surabaya masih gemar membuah sampah sembarangan. Dalam satu hari saja, satu ton sampah tersangkut alat penghalang sampah di pintu air Gunung Sari,” ungkap Rizal.

Melalui perjalanan tersebut, para peserta dapat melihat langsung kondisi Kali Surabaya yang tidak ideal bagi sebuah pemukiman. Di sisi kali banyak terdapat WC Helikopter dan rumah-rumah yang berdempetan dengan sungai. "Padahal dalam aturannya jarak minimal antara pemukiman dan sungai adalah 20 meter," imbuhnya.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini