UN 11 Provinsi Diundur, Mendikbud Salahkan Percetakan

Margaret Puspitarini, Okezone · Minggu 14 April 2013 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 14 373 791211 8EL9X0Ojr5.jpg Foto: Mendikbud Muhammad Nuh/Dokumen okezone

JAKARTA - Jadwal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang akan berlangsung pada 15-18 April tetap berjalan sesuai rencana. Namun 11 provinsi di kawasan Indonesia bagian tengah pelaksanaan UN terpaksa mundur.

"Kami mohon maaf dengan segala persoalan teknis yang kami hadapi untuk pelaksanaan UN. Ini murni persoalan teknis yang terjadi di percetakan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dalam Jumpa Pers UN 2013 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2013).

Ke-11 propinsi yang mengalami pergeseran jadwal UN tersebut meliputi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Jumlah siswa yang tercatat di Indonesia bagian tengah sekira 1,1 juta siswa.

Menurut M Nuh, terjadinya pergeseran jadwal itu untuk murni karena masalah teknis yang terjadi saat percetakan naskah soal. "Ada enam percetakan. Lima siap melaksanakan UN. Ada satu percetakan yang masih berusaha menyelesaikan, yakni PT Galian Indonesia Printing yang mendistribusikan di Indonesia bagian tengah," tuturnya.

Dengan adanya pergeseran tersebut, M Nuh menyebut, pelaksanaan UN di Indonesia bagian tengah akan dimulai pada Kamis 18 April, Jumat 19 April, Senin 22 April, dan Selasa 23 April. Sementara di Indonesia bagian Barat dan Timur tetap sesuai jadwal.

"Pada Kamis, mata pelajaran yang diujikan tetap mata pelajaran hari Kamis. Pada Jumat, mata pelajaran yang diujikan adalah jadwal untuk hari Rabu. Sedangkan untuk yang Senin-Selasa, pindah ke minggu depan, yakni 22 dan 23 April," urai M Nuh.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada sekolah maupun tenaga pendidik yang mengalami kemunduran jadwal. M Nuh mengimbau, keterlambatan ini justru dapat dimanfaatkan oleh siswa secara maksimal.

"Siswa dapat memanfaatkan waktu untuk belajar lebih giat lagi. Yang tidak kalah penting, Kabalitbang dan Ketua BSNP akan melakukan sosialisasi ke sekolah dan tenaga pendidik," imbuhnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini