Share

Hary Tanoe: Generasi Muda Jadi Tulang Punggung Negara

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 16 April 2013 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 16 373 792381 yuBCWueJ4j.jpg CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK - CEO MNC Grup yang juga pengusaha media Hary Tanoesoedibjo memberi motivasi kepada ratusan mahasiswa dalam seminar nasional "Polypreneur, Be a Real Entrepreneur Whereever You Concern At".

Hary pun mencurahkan kisahnya sejak awal memulai karier dari dunia jasa keuangan dan pasar modal hingga kini menjadi CEO MNC Group perusahaan terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Hary berujar, pada 1997 dan 1998 terjadi krisis moneter hingga Singapura, Korea, Malaysia juga terkena dampaknya. Dia pun melihat peluang dan berani berinvestasi dalam keadaan sulit tersebut. Hingga akhirnya pada 2001-2002, Hary melihat kesempatan besar dengan mulai terjun ke bidang media.

"Betul itu, just do it. Perusahaan saya kini menaungi lebih dari 23 ribu karyawan, tujuh perusahaan di Indonesia dan satu di luar negeri. Saya bicara seperti ini karena tujuannya kan motivasi. Bahkan sekarang nilai sahamnya sudah mencapai Rp115 triliun," ujar Hary, dalam Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Fair 2013, di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (16/4/2013).

Indonesia, kata Hary, adalah negara dengan populasi penduduk muda paling besar yakni 70 persen di bawah umur 40 tahun. Bahkan, pertumbuhan internet yang luar biasa didominasi anak muda.

"Karena itu generasi muda berperan penting di negara kita," paparnya.

Setiap wirausahawan, kata dia, harus mempunyai tujuan (destiny) yang jelas. Selain itu, harus terus fokus dan disiplin.

"Kepribadian yang kurang baik harus diubah, lalu memiliki fighting spirit tinggi. Ulet itu penting sekali. Jangan gampang menyerah. Belum sampai titik destiny sudah give up," tukasnya.

Selain itu, setiap pengusaha harus memiliki kecepatan dalam mengambil keputusan dan berani menerima risiko. Hary menegaskan, tentunya dengan tetap mengedepankan kualitas dan etos kerja yang tinggi.

"Speed harus dikedepankan. Saya, saat masuk di media, keputusan yang saya ambil cuma dua hari. Pada waktu krisis saya ditawarkan Bimantara dan dalam dua hari dengan tim yang besar, saya putuskan saya beli. Di situ cikal bakal MNC," paparnya.

Hary pun mengajak seluruh mahasiswa sebagai generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas. Selain itu, dia menilai wirausaha sangat penting untuk terus dicetak agar bisa menciptakan lapangan kerja.

"Termasuk kalian kuliah jangan asal lulus, jadilah lulusan yang berkualitas.  Indonesia perlu entrepreneur yang cukup. Generasi muda ini harus jadi tulang punggung negara kita. Indonesia negara yang tergantung pada domestic activity ekonominya. Ditambah dengan Human Resources dan Natural Resources yang besar sekali," tutupnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini