Share

Sulitnya Cari Informasi Plesiran DPR ke Luar Negeri

Misbahol Munir, Okezone · Rabu 17 April 2013 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 17 339 792841 RwyZRg05fW.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ramai-ramai melakukan studi banding ke Luar Negeri. Namun, sebagai perwakilan rakyat, ternyata aksi pelesiran DPR ke Luar Negeri ini sulit diminta informasinya.

Padahal, sebagai perwakilan rakyat, seharusnya bisa memperrtanggungjawabkan semua aktivitas kedewanannya kepada rakyat. Namun, tujuan mulia itu ternyata tidak dibarengi dengan sikap keterbukaan para legislator Senayan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sulitnya mendapat informasi ini terjadi di Komisi III DPR yang tengah melakukan studi banding ke beberapa negara Eropa seperti Rusia, Prancis, Inggris dan Belanda terkait revisi Undang-Undang KUHAP dan KUHP.

Pihak Kesekretariatan Komisi III DPR yang bertugas tidak memiliki berkas sama sekali mengenai jadwal agenda rombongan Komisi III DPR yang sudah berada di Rusia tersebut. Rombongan sekira 12 orang yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin dengan didampingi dua staf Kesekretariatan tersebut berangkat sejak Senin, 15 April lalu.

"Komisi III akan ke Eropa, sekarang ke Rusia dipimpin Pak Aziz, tapi kami tak punya berkas jadwal acaranya" kata Kasubag Rapat Kesekretariatan Komisi III, Danis Maya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Menurut dia, semua berkas dibawa oleh Ketua Kesekretariatan Komisi III, Endah Srilestari. "Benar kita enggak punya berkasnya sama sekali, kalau ada pasti kami kasihkan," imbuhnya.

Sementara Kasubag Kesekretaritan Komisi III, Novianti Todok terlihat kesal karena didesak wartawan terkait dokumen studi banding Komisi III DPR. Dia pun mengeluarkan alasan yang sama, yakni tak dititipan satu berkas pun oleh Kepala Kesekretariatan Komisi III DPR, Endah Sri Lestari yang turut mendampingi rombongan ke Rusia.

Dia mengakui bila rombongan yang tengah berkunjung ke Rusia itu selalu melakukan koordinasi dengan pihak kesekretariatan. Namun, dia tetap keukeuh mengatakan tak memiliki data sama sekali.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini