JAKARTA - Kasus dugaan korupsi bailout Bank Century hingga kini belum menyentuh mantan Sri Mulyani. Pasalnya, KPK saat ini masih belum melakukan pemeriksaan terhadap mantan menteri keuangan itu.
Padahal pemeriksaan direncanakan digelar pada pekan lalu di Amerika Serikat. Tetapi, batal dilakukan. "Pemeriksaan Sri Mulyani di AS masih belum akan dilakukan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Kamis (18/4/2013).
Sri saat ini diketahui tengah bekerja di Bank Dunia, nama dia disebut-sebut memiliki peran dalam pencairan dana bailout bank Century senilai Rp 6,7 triliun.
Sementara itu, saksi lainnya yang juga berada di luar negeri, yakni Tokyo, Jepang, juga batal diperiksa KPK. Kata Johan, pemeriksaan dibatalkan karena yang bersangkutan pindah tugas dan bukan lagi di Tokyo. Padahal, seharusnya saksi tersebut dijadwalkan untuk diperiksa dua pekan lalu. "Pemeriksaan saksi di Tokyo di batalkan soalnya yang bersangkutan pindah tugas," tukasnya.
Untuk nama saksi yang berada di Tokyo ini, Johan masih belum bisa merinci secara detail yang bersangkutan karena belum mendapat informasi dari penyidik. "Belum dapat info lebih jauh," tutup Johan.
Dua saksi yang dijadwalkan untuk diperiksa KPK, memang telah direncanakan oleh Ketua KPK Abraham Samad pada 27 Februari lalu. Dia menyebut akan memeriksa Sri Mulyani di Amerika Serikat dan seorang saksi lagi di Tokyo, Jepang. "Sri Mulyani di Amerika Serikat, yang satu lagi di Tokyo, tapi saya lupa, kasus Century," ujar Samad beberapa waktu lalu.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan seorang tersangka, yakni Deputi Gubernur BI, Budi Mulya, dan Siti Fadjrijah sebagai orang yang dianggap bertanggung jawab.
Sekedar diketahui, nama Boediono juga kerap disebut ikut berperan, karena surat kuasa terkait pencairan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century dilakukan atas persetujuan Boediono yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.