Share

Hobi "Ngonthel", Kini Pegang Kendali ITS

Nurul Arifin, Okezone · Jum'at 19 April 2013 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 19 417 794220 0MrIwQjMFu.jpg Rektor ITS Tri Yogi Yuwono. (Foto: Nurul Arifin/Okezone)

SURABAYA - Menjadi seorang akademisi adalah cita-cita dari Tri Yogi Yuwono. Pria kelahiran Tulungagung, 1960 lalu, kini menjadi nakhoda di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Meski memimpin kampus teknik sebesar ITS, pria yang juga pernah menjadi dekan ini tetap tak meninggalkan hobinya mengayuh sepeda. Bahkan, dia membuatkan jalur khusus sepeda di kampus ITS untuk para mahasiswa.

Penggunaan sepeda di lingkungan kampus tentunya akan semakin meningkatkan ITS sebagai Kampus Hijau alias Go Green. Tak jarang, untuk mengisi waktu liburan, peraih gelar Doktor di Institute National Polytecnique de Grenoble, France itu menyempatkan diri untuk menggowes kereta anginnya.

"Bersepada itu sehat. Sampai saat ini saya memang masih sering bersepeda. Namun jaraknya tidak terlalu jauh. Hal itu karena kaki sebelah kanan saya sedang dalam penyembuhan," kata Tri Yogi ketika berbincang-bincang dengan Okezone beberapa waktu lalu.

Bapak tiga anak ini bercerita, sebelum mengalami cidera, dia pernah bersepeda hingga ke Bangkalan, Madura. Pria yang mengawali karier sebagai staf pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Industri (FTI) ITS ini mengaku sangat menikmati hobinya tersebut. Terbukti, cidera yang menderanya pun tidak menghalangi Tri Yogi untuk terus bersepada.

Triyogi merupakan rektor ITS priode 2011-2015. Pada Sidang Senat ITS yang turut memperhitungkan suara Mendikbud M Nuh itu, Triyogi melenggang mengalahkan saingan-saingannya, termasuk Rektor ITS 2006-2011 Priyo Suprobo. Meski sempat menuai Polemik, Triyogi resmi menduduki kursi rektor hingga 2015 mendatang.

Dalam memang kendali ITS, Tri Yogi mengaku tetap melanjutkan apa yang telah dicapai pimpinan sebelumnya. Konkretnya, secara infrastrukur dan fasilitas di ITS sudah baik. Hal terpenting adalah berkonsentrasi pada pengembangan laboratorium sebagai ujung tombak kemajuan.

Menurut Tri Yogi, dunia pendidikan tinggi harus berperan dalam perubahan positif secara massif, termasuk dalam hal perbaikan lingkungan. Di ITS sendiri ada program ECO Campus yang terus menggalakkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Penggunaan kertas ditekan serendah-rendahnya dengan memaksimalkan arsip data komputer dan email. Kami juga mematikan pendingin dan lampu di kelas setiap selesai kegiatan belajar mengajar," jelas pria berkacamata ini.

Selain itu, Tri Yogi juga memaksimalkan pembuatan jalur sepeda di kampus. Keberadaan jalur sepeda ini tentunya akan membawa dampak bagi para mahasiswa untuk membiasakan diri hidup sehat. Selain itu, bike in campus juga akan mengurangi polusi di dalam kampus sekaligus menciptakan kesahajaan dan kebersamaan.

"Manfaat bersepeda juga banyak sekali, makanya sampai hari ini saya tetap menyukai bersepada. Ke kantor juga sering naik sepeda," tukasnya.

Simak cerita Tri Yogi tentang pendidikan teknik dan kiprah insinyur Indonesia dalam seri wawancara khusus Okezone mulai Senin, 22 April mendatang.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini