BOSTON – Salah satu pelaku bom Boston, Tamerlan Tsarnaev, ternyata sempat diperiksa oleh FBI 2011 lalu. Saat itu FBI melepaskan Tamerlan karena dianggap bukan sosok yang mengancam keamanan Amerika Serikat (AS).
FBI memeriksa Tamerlan setelah mendapat masukan dari sebuah negara asing. Negara itu menyebut Tamerlan menjalankan ajaran Islam yang radikal dan berhubungan dengan kelompok teroris.
Negara asing yang disebut FBI diduga adalah Rusia. Tamerlan memang berasal dari etnis Chechnya yang hingga kini menjalankan aksi separatis untuk memisahkan diri dari Rusia.
“Dia pernah diperiksa FBI di 2011 lalu, namun akhirnya dilepaskan. Seetlah pemeriksaan itu dia pergi ke Rusia dan tinggal di sana selama enam bulan,” ujar anggota Kongres AS dari Partai Republik Michael McCaul, seperti dikutip Guardian, Senin (22/4/2013).
“Saya kira dia berubah menjadi semakin radikal dalam kunjungannya ke Rusia,” lanjut McCaul.
McCaul dan rekan-rekannya di Kongres kini menginginkan penjelasan dari FBI kenapa mereka melepaskan Tamerlan. Mereka menyatakan ini bukan perstiwa yang pertama FBI melepaskan orang yang nantinya melakukan aksi terorisme.
“Ini bukan yang pertama kalinya FBI gagal menghentikan teroris yang sempat mereka periksa,” imbuh anggota kongres dari Partai Republik lainnya Peter King.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.