BOSTON - Sosok pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev ternyata tidak terlalu sopan. Pria yang tewas ditembak pihak berwenang Amerika Serikat (AS) itu, dilaporkan membuat keributan di dalam Masjid Cambridge, Boston.
Beberapa bulan sebelum kematiannya, Tamerlan menunjukkan sikap agresifnya di masjid. Juru bicara Masjid Cambridge Yusufi Vali mengingat Tamerlan pernah menjadi salah satu jemaah di masjid itu.
Namun sosok Tamerlan dikenal karena sikapnya yang keras, dia pernah berteriak ketika seorang pengkhotbah memberikan ceramah. Pria berusia 26 tahun itu tiba-tiba saja marah ketika penceramah membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan tokoh anti-kekerasan AS Martin Luther King Jr.
Menurut keterangan anggota Masyarakat Islam Boston Anwar Kazmi, Tamerlan digambarkan bukan umat yang kerap datang ke masjid itu. "Tsarnaev seperti tersinggung dengan (ceramah) itu. Dia berdiri dan kemudian menolaknya," ujar Kazmi, seperti dikutip LA Times, Senin (22/4/2013).
Ulah Tsarnaev ini mendapat tentangan dari mereka yang hadir dalam ceramah tersebut. Tetapi pria berusia 26 tahun itu tempat bersikap keras dan melontarkan kemarahannya.
"Setelah beberapa orang jemaah lain menjelaskan kepada Tsarnaev apa pesan sesungguhnya di balik ceramah, dia seperti menerima apa yang telah disampaikan," lanjut Kazmi.
Tidak ada insiden lain usai kemarahan Tsarnaev itu. Tetapi namanya sudah terlanjur buruk, warga lain yang berada di dalam masjid saat kejadian terjadi mengatakan, sosoknya sudah dianggap buruk. Namun mereka tidak pernah menyangka Tamarlen dan adiknya Dzhokhar melakukan pengeboman di lomba lari maraton Boston Senin 15 April lalu.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.