Share

Perkuat Imtak, Lulusan ITS Harus Jadi Agent Of Change

Nurul Arifin, Okezone · Senin 22 April 2013 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 22 417 795519 QSVqcCuZnN.jpg Rektor ITS Tri Yogi Yuwono. (Foto: Nurul Arifin/Okezone)

SURABAYA - Kampus teknik, sudah tentu memberi bekal ilmu teknologi bagi para mahasiswanya. Tujuannya, tentu saja agar anak didik mereka siap menghadapi persaingan global.

Tetapi, tidak demikian halnya dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Kampus teknik di timur Jawa ini juga membekali para mahasiswa mereka dengan iman dan takwa. Alasannya, kedua hal ini sangat dibutuhkan agar ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dapat bermanfaat bagi pembangunan dan kemanusiaan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Ketika berbincang dengan Okezone, baru-baru ini, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA. bertutur, implikasi dari peningkatan keimanan dan ketakwaan adalah peningkatan nilai-nilai budi pekerti seperti kejujuran, martabat dan harga diri. Nilai-nilai inilah yang ditanamkan ke seluruh mahasiswa ITS.

"Saya tegaskan, lulusan ITS harus jujur dan anti korupsi. Mereka adalah pemuda-pemudi pejuang budaya anti korupsi untuk menjadikan bangsa kita lebih berdaya saing, bermartabat, dan sejahtera," papar Tri Yogi.

Selain itu, menyitir sejarah pendirian ITS, maka penanaman nilai-nilai budi pekerti tadi menjadi sebuah kewajiban ITS. Doktor lulusan Instite National Polytecnique de Grenoble, Prancis, itu memaparkan, Perguruan Tinggi Teknik 10 November berdiri pada 10 November 1957. Tiga tahun kemudian, cikal bakal ITS itu pun berubah menjadi perguruan tinggi negeri dan diresmikan oleh Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno.

Saat peresmian ITS pada 1960 lalu, Soekarno berpesan,

"Saudara-saudara pada hari ini dibuka Perguruan Tinggi Teknik 10 November, salah satu usaha investment of human skill. Pembukaan Perguruan Tinggi Teknik 10 November adalah bukti realisasi daripada investment of human skill, agar kecakapan, keterampilan, keprigelan manusia di otak dan di tangan akan direaliasaikan oleh Perguruan Tinggi Teknik 10 November ini."

Pidato Bung Karno ini, kata Tri Yogi, merupakan amanah yang harus diemban oleh ITS sampai kapan pun. Apalagi, Tri Yogi mengklaim, ITS telah banyak berkiprah dan mencatatkan prestasi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa Indonesia. Di antaranya, sedikitnya 78.791 lulusan ITS telah menyebar ke pelosok bumi ini.

"Tentunya mereka banyak berkontribusi dalam pembangunan bangsa ini," kata Tri Yogi.

Ayah tiga anak ini mengimbuh, amanah lain yang saat ini diemban ITS adalah penerapan Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2015. Selaras dengan amanah dari Bung Karno tadi, ujar Tri Yogi, sebagai perguruan tinggi sains dan teknologi, ITS tentu punya peluang besar untuk ikut menyukseskan MP3EI.

"Salah satunya adalah pada strategi peningkatan kapasitas insani (SDM) serta iptek dalam masing-masing koridor ekonomi," jelasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini