Intip Wirausaha Besutan Mahasiswa Gunadarma Yuk

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 23 April 2013 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 23 373 796339 oZOHUn8r3r.jpg (Foto: Marieska Harya/Okezone)

DEPOK - Mahasiswa Diploma Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Gunadarma melirik peluang bisnis dan wirausaha di bidang kuliner. Salah satunya, yakni sejalan dengan program Pemerintah Kota Depok Sehari Tanpa Nasi (One Day No Rice/ODNR).

Keseriusan tersebut dituangkan dalam Seminar Kewirausahaan Ekonomi Kreatif bersama Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Konsep ODNR saat ini memang sudah merambah dunia kuliner seperti hotel dan katering.

Mahasiswa jurusan Manajemen Keuangan Universitas Gunadarma sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Galuh Aditya Putra mengatakan, kewirausahaan ekonomi kreatif bisa mulai dikembangkan sejak dini. Salah satunya dengan mencoba program ODNR.

"Kami bidik peluang usaha, agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Berwirausaha. Bentuk apresiasi kami dalam program pemkot Depok ODNR. Banyak manfaatnya untuk dijadikan peluang bisnis, dengan membuat makanan nonberas," ujarnya di Kampus Gunadarma, Margonda, Depok, Selasa (23/4/2013).

Pembantu Rektor empat Universitas Gunadarma Didi Mukodim mengatakan fokus kampus terhadap dunia ekonomi tidak hanya dengan menggandeng koperasi syariah, tetapi juga dalam bentuk kerjasama dengan pemerintah kota. Seperti peningkatan mutu para siswa siswi putus sekolah dengan memberikan magang.

"Yakni dengan membuka bengkel sepeda motor bagi mereka yang putus sekolah. Ini kami kembangkan terus menerus. Jurusan cukup banyak terlibat, pengabdian dan penelitian, tak hanya dalam pendidikan. Tapi dalam pengabdian masyarakat," paparnya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengapresiasi niat serius para mahasiswa untuk memilih tema ODNR sebagai peluang wirausaha. Ketersediaan pangan, kata Nur Mahmudi, sebagai salah satu urusan wajib.

"Ketahanan pangan, dan dalam jumlah terjangkau, harga terjangkau. Kedaulatan pangan, kemampuan memanage pangan dengan baik. Dari mulai dulu setelah kita merdeka, sudah digagas Pak Soekarno adanya isu paceklik. Swasembada urusannya hanya beras, saat itu pemerintah tidak sadar bangsa Indonesia ini miliki aneka potensi bahan pangan. Makanan pokok dianggap hanya beras, makan jagung belum makan, makan sagu dianggap terbelakang," ungkapnya.

Masyarakat Indonesia sudah melupakan umbi-umbian dan justru lebih senang mengimpor beras. "Peluang bisnis ODNR, tanpa terigu juga. Jadilah wirausahawan prospektif dan menyehatkan," tutupnya. (Ahl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini