BOSTON – Pengelola masjid di Boston menolak untuk membantu menguburkan jasad pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev. Tamerlan tewas dalam aksi pengejaran polisi Jumat 19 April lalu.
“Saya tidak mau menguburkan dia. Dia sengaja membunuh orang yang tidak berdosa. Bagi saya dia bukan seorang muslim,” ujar Ketua Institut Islam Boston Talal Eid, seperti dikutip Inquistr, Kamis (25/4/2013).
Tamerlan memang sempat membuat keributan di dalam masjid di Boston. Dia memprotes ceramah dalam masjid itu yang menurutnya tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Saat itu sang khotib mengajak pengunjung masjid untuk ikut serta dalam peringatan kematian aktivis hak warga kulit hitam Martin Luther King. Tamerlan menolak ajakan itu karena King bukanlah seorang muslim.
Aksi teror yang dilakukan Tamerlan dan adiknya, Dzhokhar, banyak dikecam oleh komunitas muslim AS. Mereka takut tindakan kedua pemuda itu akan merusak citra Islam di AS.
Sebelumnya Tamerlan dilaporkan tewas akibat luka tembakan dan ledakan yang diterimanya. Namun petugas kemudian menyatakan dia tewas karena tertabrak mobil yang dikendarai oleh adiknya sendiri.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.