nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iseng Daftar, Eh Eksis di Moskow

Ade Hapsari Lestarini , Jurnalis · Sabtu 27 April 2013 08:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 04 26 373 798394 tw2hDLOJOz.jpg Pelajar Rusia di Moskow. (Foto: Setkab)

JAKARTA - Semakin banyak pelajar asal Indonesia yang menggores prestasinya di dunia internasional. Contohnya seperti dua pelajar ini yang eksis di Moskow, Rusia, bersama ratusan pelajar lainnya dari seluruh dunia.

Siswa MAN Insan Cendekia, Serpong, Banten bersama rekannya dari Sekolah Indonesia Moskow menunjukkan prestasi bersama ratusan pelajar lain di Moscow International Model United Nations (MIMUN) 2013, di Institut Hubungan Internasional Moskow (MGIMO), Rusia, pada 14-19 April 2013.

Dikutip dari laman Setkab, Sabtu (27/4/2013), Gilang Al Ghifari Lukman, atau yang akrab dipanggil Gilang, menginjakkan kakinya di kota Moskow pada 13 April 2013 bersama seorang guru pendampingnya, Ahmad Imam dari MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang.

Seminar yang merupakan ajang pertemuan yang sangat bergengsi bagi pelajar seluruh dunia dan sudah berlangsung sejak 1997 itu, dikuti oleh kurang lebih 606 pelajar dari sekira 65 negara. Indonesia, diwakili oleh dua peserta, dari Serpong dan Moskow.

Selain Gilang yang sedang menempuh pendidikan di kelas 10 (1 SMA) di MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang, Lestari Noorikawati Anggraeni yang saat ini duduk di kelas 11 (2 SMA) jurusan IPA, Sekolah Indonesia Moskow juga turut ambil bagian dalam simulasi sidang Internasional layaknya yang dilakukan oleh anggota PBB. Raeni, panggilan akrabnya merupakan wakil Indonesia yang mengikuti seleksi dalam bahasa Rusia.

Dalam pertemuan tersebut Gilang mengikuti seminar di 2nd Committee General Assembly, sedangkan Raeni berada di divisi General Assembly yang merupakan divisi tertinggi di PBB. Walaupun berada dalam divisi yang berbeda, mereka berdua tetap membuat nama Indonesia berkibar di seminar yang menjadi impian pelajar-pelajar dari berbagai belahan dunia itu.

Gilang menyampaikan keinginan kuatnya untuk mejadi seorang diplomat yang dapat membuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain menjadi lebih maju. Berangkat dari latar belakang tersebut, dia memutuskan untuk mengikuti MIMUN 2013.

"Awalnya saya mencari informasi di internet mengenai kegiatan-kegiatan internasional. Saya menemukan MIMUN 2013 dan langsung mendaftarkan diri," ungkap Gilang.

Seusai mengikuti kegiatan MIMUN 2013 Gilang menyempatkan diri untuk mengunjungi kota Saint Petersburg.

"Saya mengikuti seleksi untuk dapat masuk ke divisi Dewan Keamanan PBB, namun gagal. Dan saya masih mencoba lagi mengikuti seleksi, dan akhirnya saya di terima di di divisi Ekonomi dan Finansial PBB,” ungkap Gilang.

Lain halnya dengan Raeni, yang fasih berbahasa Rusia, yang membuat esai tentang Penyelesaian Konflik secara Damai Tanpa Sengketa, dengan mengambil isu Korea Utara dan Korea Selatan.

Gilang menyampaikan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini, membuat visi dia menjadi lebih kuat untuk meraih cita-citanya, serta sepulangnya ke Tanah Air dia akan mempromosikan MIMUN ini kepada pihak sekolah.

"Buat saya, kompetisi tidak hanya merupakan kegiatan untuk mendapatkan piala. Kegiatan MIMUN ini merupakan salah satu contoh bagi saya untuk berpartisipasi dalam ajang internasional dengan negara lain. Selain itu saya dapat memperkenalkan budaya Indonesia, contohnya saat saya menampilkan tarian estetis Nusantara dengan menampilkan Saman Kontemporer", tambah Gilang.

Dubes RI Moskow, Djauhari Oratmangun yang menyambut Gilang dan sang guru di Wisma Duta di sela-sela kegiatannya mengikuti MIMUN 2013. Ia menyambut baik keikutsertaan Gilang dan Raeni dalam ajang bergengsi tersebut.

Selain itu sebelum kegiatan MIMUN 2013 dimulai, sang Dubes juga telah meminta seorang diplomat di KBRI Moskow untuk memberikan pelatihan tata cara mengikuti sidang-sidang PBB.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai hubungan internasional dan peranan PBB melalui simulasi sidang-sidang multilateral yang diikuti," ujar Dubes Djauhari Oratmangun yang memiliki pengalaman bekerja cukup lama di perwakilan Indonesia di PBB.

Jerih payah Gilang dan Raeni tidak sia-sia. Gilang berhasil menyabet penghargaan sebagai Peserta Terbaik di 2nd Committee General Assembly.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini