JAKARTA - Peristiwa penghalang-halangan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat hendak menyita beberapa mobil operasional DPP PKS, oleh belasan pemuda di DPP PKS hanya sebuah kesalahpahaman.
"Saya rasa salah paham ya, saya sudah telefon Pak Johan Budi. Mungkin salah paham karena dari pihak Pak Johan bilang penyidik KPK itu sudah bawa surat, dari satpam yang menjaga DPP dia bilang tidak bawa surat, ini yang mana yang benar kan dikomunikasikan aja,"Kata Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2013).
Tifatul mengaku sudah meminta pengurus DPP PKS untuk mempersilahkan KPK untuk menyita kendaraan milik Luthi. "Jadi saya sudah minta juga kepada teman-teman di DPP, ya sudah dikomunikasikan, datang saja ke KPK, silakan diambil, berapa angkanya, lima apa enam silakan saja," jelasnya.
Mantan Presiden PKS ini menambahkan mobil yang akan disita oleh KPK, jika tidak terbukti akan dikembalikan. Oleh karena itu, dia mempersilahkan KPK untuk mengambilnya.
"Itu kan tidak dirampas ya, disita, kalau memang tidak terkait kan dikasih lagi. Saya ingin menjembatani saja antara KPK dan PKS," pungkasnya.
Kemarin, Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, tim penyidik KPK gagal mengeksekusi lima mobil mewah di DPP PKS. Johan juga menyebutkan ada puluhan orang di sekitar Kantor DPP PKS. Namun tidak diketahui apa tujuan orang-orang tersebut.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.