Sebut Komunis, Ahok Tak Berikan Contoh Baik

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 14 Mei 2013 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 13 500 806441 IecVw0ItsD.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pernyataan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama, yang mengatakan sebagian warga Pluit komunis, mendapat reaksi keras di masyrakat.

Pimpinan Aliansi cabut Mandat Jokowi Ahok, Rahmat Sholeh mengatakan, Indonesia adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi hukum sebagai penglima dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dalam setiap gerak dan langkah harus selalu mentaati hukum yang berlaku, apa lagi sekelas pejabat Negara yang fungsinya sebagai pengayom dan pengabdi masyarakat, harus memberikan contoh yang baik bagi warga nya dalam mentaati hukum," kata Rahmat di Jakarta, Senin (13/5/2013).

Tetapi pada kenyataannya, sambung Rahmat, banyak pejabat negara tidak mau mengindahkan hukum sebagai panglima, hal ini terlihat jelas dalam kasus pembebasan lahan di Jakarta Utara yang di lakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI terhadap warga waduk Pluit Penjaringan, Jakarta Utara.

"Cara yang di tempuh sungguh tidak manusiawi, penuh intimidasi dan arogansi dengan menyalahgunaan kekuasaan (Abuse of power). Sampai Ahok menyebut warga Pluit sebagai orang Komunis," singgungnya.

Perlu di ketahui bahwa lahan yang di tempati oleh warga waduk pluit sah dan mempunyai surat-surat tanah sesuai hukum, jadi tidak benar klaim Ahok yang mengatakan bahwa warga waduk Pluit adalah ilegal.

"Memang banyak sekali kepentingan dalam penggusuran waduk Pluit. Belum lagi anggaran sewa kontraktor dan pengerahan Brimob di kerahkan untuk menggusur warga Sekitar. Dari mana anggaran tersebut kalau di APBD tidak di anggaran tetapi Jokowi Ahok mampu mengganti rugi warga, ini yang perlu di telusuri oleh KPK," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mempertanyakan penggusuran paksa yang dilakukan oleh Pemda DKI terhadap warga di sekitar waduk pluit ini. Karena tidaknya adanya surat peringatan terlebih dahalu yang dilakukan oleh Satpol PP kepada warga dan langsung main gusur.

"Tentu ini sangat di sayangkan oleh kita perilaku biadap yang dilakukan oleh Pemda. Janji manis waktu kampanye mungkin tidak akan bisa di lupakan warga pluit yang 1000% dukung Jokowi Ahok," jelasnya.

(cns)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini