Share

Solusi Macet, Naikkan Pajak Kendaraan

Dede Suryana, Okezone · Kamis 16 Mei 2013 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 16 500 808101 mNs4GEG1M2.jpg Macet Jakarta (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Kemacetan menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta. Perbaikan sistem transportasi massal dan menaikan harga pajak kendaraan bermotor dinilai sebagai upaya tepat untuk mengurangi kemacetan ibu kota.

Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta, Rommy, membandingkan Jakarta dengan sejumlah kota besar di negara Asia yang sukses menjadikan alat transportasi massal sebagai primadona. Sehingga mereka dengan sukarela meninggalkan mobil pribadi untuk beraktifitas.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Dan masyarakat semakin bijak menggunakan BBM. Di China misalnya, harga tiket MRT Rp2.500 dan sudah ada jaminan bahwa masyarakat akan mendapatkan akses transportasi yang baik dengan harga yang terjangkau, sehingga hal semacam ini bisa memotivasi masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum,” kata Rommy dalam keterangannya, Kamis (16/5/2013).

Rommy mengakui, kemacetan hanya bisa dikurangi dengan kebijakan yang komprehensif. Artinya, berbagai faktor wajib menjadi perhatian seperti populasi yang terus bertambah dan kendaraan bermotor yang tumbuh begitu pesat.

Dia menjelaskan, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 14 juta unit dengan pertambahan tiap tahunnya diperkirakan mencapai 2 juta unit. “Tidak terbayangkan Jakarta dengan jumlah luas wilayah tak bertambah, akan tetapi jumlah kendaraan dan populasi kian bertambah,” ujarnya.

Terlebih, pertumbuhan jumlah kendaraan ini tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang hanya bertambah sekitar 0,01 persen setiap tahun. Karena itu, kata Rommy, beberapa strategi untuk mengurangi kemacetan.

Pertama, perbaikan transportasi publik. “Kebijakan Jokowi-Ahok terkait MRT dan pengintegrasian Kopaja-Busway harus disupport,” kata Rommy. Perbaikan ini, meliputi pembangunan MRT dan penambahan armada bus yang sudah ada, perluasan dan pembagian jalur/rute, dan ketepatan pelayanan.

Kedua, dengan menaikkan harga pajak kendaran bermotor serta menambah ruas jalan. Ketiga, menambah akses bagi pengguna sepeda (bicycle path) dan jalur untuk pejalan kaki (pedestrian path).

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini