Share

Tangerang Butuh Pemimpin Berkarakter Pekerja Keras

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Senin 20 Mei 2013 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 20 501 809725 ewg3d8cTeL.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Elektabilitas dan popularitas Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sebagai Calon Wali Kota Tangerang periode berikutnya tidak diragukan. Salah satu faktornya lantaran Arief Wismansyah  tipe pekerja keras.

”Arief memang tipe pekerja keras. Dan karakter pemimpin seperti itulah yang saat ini dibutuhkan Kota Tangerang,” kata Humas Indo Survei and Strategic Herman Dirgantara, dalam pesan elektroniknya, Senin (20/5/2013).

Elektabilitas Arief unggul dengan 50 persen suara. Berikutnya Abdul Syukur 10,9 persen, Dedi Gumelar alias Miing 5,5 persen dan Harry Mulya Zein 3,0 persen. Ini terjadi karena 7,9 persen responden mengaku puas dengan kinerja incumbent. Sehingga peluang incumbent terpilih kembali cukup besar.

Dari segi popularitas, Arief juga mengalahkan para pesaingnya. Bahkan, mengalahkan Miing yang notabene artis. Popularitas Arief 79 persen, Miing 54,9 persen, Abdul Syukur 52,7 persen dan Harry Mulya Zein 28,4 persen.

Meroketnya elektabilitas dan popularitas Arief, menurut Herman, pertama, karena masyarakat sudah mengenal betul sosok Arief sebagai wakil walikota yang kini mendampingi Wahidin Halim. Kedua, sejumlah penghargaan yang diraih Pemkot Tangerang seperti Adipura dan Pemda terbaik se-Indonesia juga ikut andil memberikan kredit point buat Arief Wismansyah.

”Arief memperoleh elektabilitas dan popularitas cukup tinggi di masyarakat. Melihat hasil ini, kecederungan pemilih menganggap figur Arief sebagai calon yang mendapatkan kredit poin dari kesuksesan Pemkot Tangerang selama ini. Dengan raihan ini, tidak ada pilihan lain kecuali mempertahankan dan meningkatkan apresiasi masyarakat itu dengan kerja-kerja konkret,” ujar Herman.

Sekadar diketahui, kedelapan lembaga survei yang menyatakan elektabilitas dan popularitas Arief masih tertinggi di antara kandidat lain.  diantaranya Lembaga Survey Indonesia, Indo Barometer, Indo Survei and Strategic (ISS), Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) dan Institute for Development and Democracy Studies (IDDS).

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini