Share

Survei IRC: Kinerja SBY & KIB Jilid II Buruk

Misbahol Munir, Okezone · Rabu 29 Mei 2013 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 29 339 814465 f6hXnTYs2R.jpg Presiden SBY dan KIB Jilid II (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Akhir-akhir ini kita sering melihat betapa reaktifnya sikap pemerintah dalam menghadapi setiap kritik yang ditujukan pada kinerja pemerintahaan yang sedang berjalan. Berbagai argumentasi digelontorkan kepada masyarakat untuk memaksa masyarakat percaya bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam kondisi yang sangat baik yakni sebesar 6,4-6,9 persen.  

 

Begitu juga dengan angka kesejahteraan masyarakat, pemerintah mengklaim telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan hingga 11,66 persen (September 2012), berhasil menekan angka pengangguran terbuka, menjaga kestabilan harga bahan pokok, dan sebagainya.

 

Namun, hasil survei Indonesia Research Center (IRC) cukup mencengangkan. Survei yang dilakukan terhadap masyarakat Jakarta dan Jawa Barat dengan mewawancarai 443 responden tersebut menyebutkan separuh respons menilai kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II tidak memuaskan.

 

"Cukup mencengangkan, lebih dari separuh masyarakat Jakarta dan Jawa Barat menilai bahwa kinerja Presiden SBY tidak memuaskan," demikian rilis IRC yang diterima Okezone, Rabu (29/5/2013).

 

Disamping itu, ketidakpuasan terhadap kinerja SBY bukan hanya muncul pada pihak-pihak yang menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) atau kebijakan ekonomi politik lainnya, tetapi ketidakpuasan ini telah menjadi gejala nasional.

 

Hasil survei itu juga menyebutkan bila Indonesia tidak sedang berada dalam tingkat kestabilan ekonomi yang baik dan menurunnya taraf kesejahteraan hidup masyarakat.

 

Bahkan dapat disebutkan, SBY lebih beruntung ketimbang Wapres Boediono dan menterinya. "Sebanyak 62,3 persen masyarakat merasa tidak puas terhadap kinerja Wapres Boediono dan 6 persen masyarakat tidak puas juga terhadap menteri KIB Jilid II," pungkasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini