Pembantai Muslim Bosnia Dipenjara 25 Tahun

Aulia Akbar, Okezone · Rabu 29 Mei 2013 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 29 414 814577 WP1XwwOGgb.JPG Foto : Jadranko Prlic (Reuters)

DEN HAAG - Mantan Pemimpin Bosnia Kroasia, Jadranko Prlic, didakwa atas kejahatan perang di Bosnia oleh Mahkamah Kriminal Internasional untuk Yugoslavia (ICTY). Pria yang membantai banyak warga Muslim itu kini dijatuhi hukuman penjara 25 tahun.

Hakim ICTY mengatakan, kelompok militan yang dipimpin Prlic bersalah atas insiden pembunuhan, pemerkosaan, dan pendeportasian ilegal terhadap warga Muslim di Bosnia. Prlic sendiri mengau sebagai pemimpin etnis Kroasia di Herceg-Bosna. Demikian, seperti diberitakan Reuters, Rabu (28/5/2013).

Prlic dan lima orang rekannya turut dianggap bertanggung jawab atas hancurnya Jembatan Tua Mostar yang tak lain adalah peninggalan Kesultanan Utsmani Turki. Serangan terhadap bangunan itu menjadi salah satu simbol kekerasan atas tragedi pembantaian Muslim Bosnia 1992-1995.

"Kejahatan yang mereka lakukan, bukanlah tindakan natural yang dilakukan beberapa orang pasukan. Mereka sudah merencanakan hal ini, mereka bercita-cita memusnahkan populasi warga Muslim di Herceg-Bosna," ujar Hakim Jean-Claude Antonetti.

Anttonetti menambahkan, Kroasia yang akhirnya menjadi negara pecahan Yugoslavia juga terlibat dalam peristiwa pembantaian itu. Presiden Franjo Tudjman diyakini terlibat dalam praktik pembersihan etnis tersebut.

Politisi Kroasia itu merupakan lulusan salah satu universitas di Mostar dan melanjutkan studinya di Sarajevo. Prlic pun sempat menjabat sebagai Presiden Dewan Eksekutif Mostar dan pada 1989, Prlic menjadi Wakil Presiden Bosnia dan Herzegovina.

(AUL)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini