PKS Tantang SBY Copot 3 Menteri

Bagus Santosa, Okezone · Jum'at 14 Juni 2013 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 14 339 822147 Ty0OzCEO26.jpg Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah adanya perpecahan di tubuh PKS menjelang kebijakan kenaikan harga BBM.

"Enggak ada perpecahan, kalau ada perpecahan, kenapa enggak kemarin pas ganti presiden PKS dong, kan lebih strategis. Masa ini gara-gara BBM. Para menteri memang harus sejalan dengan Presiden, parpol punya sikap sendiri. Menteri punya pendapat sesuai dengan presiden. Jangan bawa-bawa partai,"  kata Anggota Majelis Syuro PKS, Jazuli Juwaini, Jumat (14/6/2013).

 

DPP PKS, lanjutnya, tidak menganggap suara menteri yang mendukung kebijakan pemerintah untuk kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). DPP PKS sepakat menolak kebijakan pemerintah tersebut.

"Enggak ada urusannya dengan Pak Tiffatul. Kan dia hanya anggota Majelis Syuro, Majelis Syuro cuma bagian dari DPP. Keputusan itu ada di DPTP dan dalam keputusan itu enggak ada yang dicabut, tapi keputusan terakhir itu menguatkan, melanjutkan, meneruskan soal penolakan BBM ini,” kata dia.

Jazuli juga enggan mengomentari nasib tiga menteri asal PKS di kabinet Indonesia bersatu jilid II. Bahkan, Jazuli juga menantang SBY untuk memecat tiga menteri tersebut.  “Yang ngangkat menteri siapa, yang nyopot siapa, Pemecatan dari Presiden dong. Kalau mau copot, silakan saja kalau berani," katanya.

Ditambahkan Jazuli, sebenarnya, PKS tak terlalu ambil pusing dengan perbedaan sikap yang ditunjukan tiga menterinya. Kata Jazuli, PKS telah mewakafkan para menterinya untuk membantu presiden. Jazuli juga menjelaskan, tidak bisa mengeluarkan menteri-menteri tersebut dari kader PKS. "Jangan main pecat-pecat saja, ada AD/ART-nya. Enggak bisa dong," paparnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini