Image

Kuliah di Teknik Industri, Peluang Dapat Kerja Lebih Besar

Rus Akbar (Okezone), Jurnalis · Selasa 18 Juni 2013, 17:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 06 18 373 823828 t1xaEMW05i.jpg Mahasiswa Teknik Mesin ITB menyelesaikan tahapan rakitan mobil Mushika Formula One di Lab Surya, Teknik Mesin ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung. (Foto : Dok Sindo Photo)

PADANG - Calon mahasiswa haruslah jeli bila memilih jurusan di perguruan tinggi, calon mahasiswa juga harus melihat tantangan, peluang dan prospek suatu jurusan tersebut untuk lima tahun ke depan. Sebab selama kuliah rata-rata seorang mahasiswa akan menghabiskan waktu empat hingga lima tahun.

Menurut Ketua Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta Yesmizarti, salah satu yang sangat prospek lima tahun mendatang adalah lulusan Teknik Industri. Dia menjelaskan, secara klasik Teknik Industri adalah untuk melayani sektor manufaktur.

“Deksripsi kerjanya adalah memastikan jalannya produksi dan operasi secara efisien dan efektif hingga mendapatkan sebuah sistem produksi atau operasi yang terbaik,” ujarnya di Universitas Bung Hatta, Padang, Selasa (14/6/2013).

 

Lulusan Teknik Industri tidak hanya di sektor industri manufaktur saja, tapi bisa melebar ke sektor jasa. Bahkan lulusan Teknik Industri UI, diketahui lebih banyak bekerja di sektor jasa dibandingkan manufaktur.

“Jabatan yang sering diambil menyangkut QA (Quality Assurance), Business Excellence Team, Standard and Procedure Development Officers, Pemasaran, Operations Officer hingga Directors. Selain itu juga terserap di perbankan, stasiun televisi, telekomunikasi, teknologi informasi, pemerintahan, konsultan, asuransi, energi, rumah sakit, pendidikan dan sebagainya,” terangnya.

Dia mengatakan, di negara referensi Teknik Industri, Amerika, melalui lembaga profesi Institute of Industrial Engineers, terlihat alumni Teknik Industri di sana dibagi menjadi beberapa perkumpulan antara lain, perkumpulan sistem kesehatan (Society of Health Systems/SHS), Society of Engineering and Management Science (SEMS), Engineering Economy, Quality and Reliability Management, Operations Excellence.

 

Tentu saja, dan jika berbicara keahlian spesialisasi memang demikian. Tetapi tren saat ini adalah pendekatan yang multidisiplin dan multidimensi lebih dibutuhkan, mengingat meningkatnya kompleksitas dari permasalahan.

“Keunggulan inilah yang ditawarkan oleh Teknik Industri, yang secara kurikulum menekankan terhadap pendekatan multidisiplin ini, ditambah dengan kemampuan perancangan (design capability) dengan latar belakang keteknikan kuat. Latar belakang keteknikan inilah yang menguatkan kemampuan mengembangkan metodologi yang logis dan terstruktur, dibandingkan dengan bidang ilmu lainnya,” jelasnya

Hal tersebut mencakup bagaimana mengevaluasi standar waktu kerja untuk menyeimbangkan antara kemampuan manusia normal dengan tuntutan organisasi. Kemudian merancang cara kerja manual terbaik dengan memastikan sebuah desain kerja dapat mengoptimalkan kemampuan manusia dan hukum. Selanjutnya merancang dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun stasiun kerja.

Ia mengatakan jurusan Teknik Industri juga mampu menyusun jadwal produksi dan pengadaan dari setiap seluruh fasilitas produksi serta bagaimana menyimpannya untuk memastikan bebas hambatannya proses produksi dikenal dengan Production Planing and Inventory Control.

Tak hanya itu, jurusan Teknik Industri bisa menjaga tingkat operasi dari setiap sumber daya seperti mesin dan peralatan, dalam kondisi optimal melalui manajemen pemeliharaan. Bahkan, dapat menjamin mutu produk yang berasal dari mutu proses yang baik atau quality assurance.

“Hal-hal di atas menjadi sebuah pekerjaan, yang hampir dapat dikatakan rutin oleh lulusan Teknik Industri yang harus dilakukan dengan kecepatan perubahan produk yang saat ini terjadi. Dulu untuk mengubah sebuah produk kita membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun, sekarang untuk dalam hitungan satu hingga dua tahun bahkan bulanan,” pungkasnya.

 

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini