SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengingatkan, kabut asap dari Indonesia akan bertahan lama di Singapura. Kabut itu dipastikan terus ada hingga beberapa pekan ke depan.
"Kami tidak bisa menjelaskan perkembangan kabut asap ini. Kabut ini bisa terus ada hingga beberapa pekan ke depan, dan kemungkinan kabut ini masih ada hingga musim kemarau di Sumatera berakhir," ujar Lee, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/6/2013).
Singapura sudah memanfaatkan teknologi satelit dan foto udara untuk membantu menyelidiki, siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran hutan itu. Lee pun menegaskan, bila pelaku pembakaran hutan itu adalah perusahaan Singapura, perusahaan yang bersangkutan akan dimintai pertanggung jawaban.
"Beberapa pejabat Indonesia menduga, ini adalah ulah dari perusahaan yang memiliki hubungan dengan Singapura dan Malaysia. Bila perusahaan Singapura terbukti terlibat, kami akan mengatasi hal ini," tegas Lee.
Pada pukul 13.00 waktu Singapura, indeks polusi di Singapura dinyatakan meningkat dan berada di level yang tidak aman. Singapura yang terkenal dengan kebersihan lingkungannya, kini mulai kebingungan karena masalah itu.
Asap tebal itu juga mengganggu Bandara Changi, beberapa penerbangan terpaksa ditunda. Pihak bandara turut menerapkan aturan ketat mengenai operasi penerbangan.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.