Share

Indonesia Masih Kekurangan Guru

Arpan Rachman, Okezone · Jum'at 21 Juni 2013 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 21 560 825477 Ix0EJwBtCO.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

MAKASSAR - Indonesia dinilai masih mengalami kekurangan guru dan para calon guru tidak hanya akan ditugaskan di pusat kota, tetapi harus didistribusikan secara merata ke daerah-daerah terpencil.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengungkapkannya saat menggelar kuliah umum (stadium general), di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di auditorium Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Jumat (21/6/2013).

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Masalah yang dihadapi Indonesia adalah masalah guru, distribusi guru yang tidak merata, kualitas guru, danย  kesejahteraan guru, sehingga dibutuhkan distribusi secara merata, mengirim lulusan FKIP terbaik yang mempunyai prestasi ke daerah terpencil," tuturnya.

Kuliah umum turut dihadiri Rektor Unismuh Dr. H. Irwan Akib, MPd dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Ir HM Syaiful Saleh, Msi. Menurut Dekan FKIP Unismuh, Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, yang akrab disapa Andis, kegiatan ini merupakan rangkaian Milad ke-50 Unismuh Makassar dengan tema "Indonesia Mengajar".

Andis menjelaskan, mahasiswa saat ini yang dibina Unismuh berjumlah 16 ribu dari tujuh program studi dan semuanya sudah terakreditasi sekaligus lewat fakultas tersebut diberikan wewenang untuk sertifikasi guru melalui rayon 46 FKIP.

Anies yang merupakan pengagas program "Indonesia Mengajar", saat memberikan stadium general di depan ratusan mahasiswa FKIP Unismuh mengatakan, kampus Unismuh cukup dinamis, meski akhir-akhir ini muncul beberapa berita di media massa yang tidak sedap namun kenyataannya tidak sepadan. "Kampus Unismuh adalah kampus yang damai," kata Anies.

Ditambahkan, jumlah sekolah dasar (dari data 2010) berjumlah 30,240 juta, 11,770 juta (SMP), 8,180 juta (SMA), 4,890 juta (PT) dan siswa baru SD yang masuk 5,3 juta. Sedangkan lulusan SMA 2,2 juta, sehingga masih ada 3,1 juta angka siswa sekolah yang hilang. Terakhir, yang lulus kuliah berjumlah 0,8 juta.

Dia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk menekuni profesi, menjadi manusia yang aktif, dan berprestasi untuk menjalani kehidupan di masa depan.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini