Ajudan Bung Karno yang Menjadi Ketua MPR

Bagus Santosa, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2013 16:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 07 04 158 831999 792GYE2YqZ.jpg

SIDARTO Danusubroto resmi ditunjuk PDI Perjuangan sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggantikan Taufiq Kiemas. Apa alasan PDI Perjuangan memilih mantan ajudan presiden RI pertama Soekarno tersebut?

Menurut Sekretaris Fraksi PDIP MPR RI, Ahmad Basarah memiliki banyak pengalaman di dunia politik. Selain itu dia juga dianggap sebagai politikus senior di partai berlambang banteng moncong putih itu.

Kata Basarah, Sidarto, bahkan mempunyai panggilan khusus dari kader PDI Perjuanan. Opa. Demikian, panggilan kader PDI perjuangan untuk Sidarto Danu Subroto.

"Dia biasa dipanggil 'opa' karena usianya 77 tahun, padahal chasingnya nggak kelihatan segitu, kaya umur 60 tahun-an," kata Basarah saat menyerahkan surat jawaban jabatan ketua MPR yang lowong di Kesekretariatan MPR, Jakarta, Kamis (4/7/2013).

Sebelum menjadi ketua MPR, pria kelahiran Pandeglang, Banten, itu duduk di Komisi I DPR RI dengan nomor anggota A-347. Sidarto mengawali karirnya di kepolisian, dengan pangkat terakhir Irjen (pol).

Pria kelahiran tahun 1936 itu, menghabiskan masa kecilnya di Yogyakarta. Dia masuk ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, tahun 1962. Opa Sidarto menjadi ajudan presiden Soekarno selama setahun, yakni 1967-1968.

Selama mengabdi di korps Bhayangkara, Sidarto pernah menduduki berbagai posisi, sepertiKapolres Tangerang, Wakapolda Jawa Barat dan Kapolda Jawa Barat. Sidarto duduk sebagai anggota DPR mulai tahun 1999 hingga saat ini.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini